Dampak Peraturan Larangan Masuk AS untuk Beberapa Negara

Donald Trump

Sejumlah Penumpang Tidak Bisa Terbang ke AS

Perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melarang masuknya warga dari tujuh negara ke AS mengakibatkan sejumlah penumpang tidak diizinkan menaiki pesawat di bandara di beberapa negara.

Perintah presiden yang ditandatangi Trump pada hari Jumat (27/01/2017), secara sementara melarang semua pengungsi serta orang-orang dari tujuh negara di Timur Tengah dan Afrika masuk ke AS. Trump mengatakan bahwa langkah tersebut ditujukan untuk melindungi warga Amerika dari terorisme.

Hari Sabtu (28/01/2017) di Mesir, lima penumpang asal Irak dan seorang penumpang dari Yaman tidak diperbolehkan menaiki pesawat tujuan New York. Maskapai KLM menolak tujuh penumpang dan WestJet Airlines dari Kanada menolak seorang penumpang menaiki pesawat yang menuju AS.

Pimpinan Eksekutif Google, Sundari Pichai, menyarankan agar para karyawan perusahaan itu yang tengah bertugas di luar negeri untuk segera kembali ke AS. Google mengkhawatirkan bahwa lebih dari 100 karyawannya bisa terkena dampak keputusan Trump tersebut.

Sementara itu menteri-menteri luar negeri Prancis dan Jerman juga mengungkapkan kekhawatiran atas perintah Trump tersebut. Iran menanggapi dengan mengindikasikan kemungkinan membatasi masuknya warga AS ke negara itu.

Hari Sabtu (28/01/2017), Trump membela langkah yang diambilnya tersebut. Ia mengatakan bahwa perintah yang ia keluarkan bukan untuk melarang umat Muslim dan mengklaim bahwa langkah tersebut berjalan "dengan sangat baik". Trump juga menambahkan bahwa AS akan menerapkan langkah-langkah pemeriksaan yang ketat yang menurutnya seharusnya sudah sejak lama dilakukan.

0 komentar

Posting Komentar