Analisis Tantangan bagi Koridor Ekonomi Cina-Pakistan

Tinjauan: Tantangan bagi Koridor Ekonomi Cina-Pakistan - Koridor Ekonomi Cina-Pakistan (CPEC) adalah serangkaian proyek infrastruktur yang terbentang sepanjang Pakistan, menghubungkan Cina barat dengan Pelabuhan Gwadar di Laut Arabia. Banyak proyek di bawah CPEC diperkirakan akan dimulai tahun 2017. Rencana CPEC adalah bagian dari inisiatif "Belt and Road" Cina untuk membangun jalan, rel kereta, dan jalur laut yang menghubungkan Cina dengan seluruh dunia. Cina berharap jalur darat menuju lautan akan memungkinkan mereka mengurangi risiko serta biaya impor minyak dan ekspor barang, yang saat ini sangat tergantung pada jalur laut.

Pakistan CPEC  

Dalam Tinjauan hari ini, kami bertanya pada Adeel Malik, Peneliti Tamu bidang Ekonomi di Pusat Kajian Islam Oxford, mengenai apakah rencana CPEC akan mengarah pada pertumbuhan ekonomi bagi Pakistan.

Tantangan seperti apa yang dihadapi Pakistan saat mendorong maju rencana CPEC?

Ini adalah proyek investasi raksasa. Banyak zona industri dan fasilitas pembangkitan listrik akan dibangun di sepanjang koridor itu.

Masalahnya adalah banyak informasi mengenai CPEC tidak terbuka untuk umum. Di Pakistan, wilayah timur yang relatif maju dan wilayah barat yang kurang makmur berselisih mengenai jalur koridor itu. Malik berpendapat harus ada jalur yang melewati daerah barat dan timur. Selain itu, jalan-jalan harus dibangun untuk menghubungkan jalur-jalur timur dan barat guna menggairahkan kembali perdagangan di daerah sekitarnya.

Masalah lain adalah situasi keamanan yang tidak stabil di daerah-daerah lokasi rencana pembangunan jalan-jalan. Menghapuskan kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi penting untuk menjadikan daerah-daerah ini lebih aman secara mendasar. Tetapi membuat daerah-daerah ini lebih aman juga penting guna menggairahkan perdagangan, yang merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi. Mencapai kedua hal ini akan perlu waktu sangat lama.

CPEC berpotensi menjadi platform untuk menarik penanaman modal dari investor yang hingga kini masih enggan berinvestasi di Pakistan. Negara-negara seperti Inggris, AS, dan Jepang mengambil sikap menunggu dan melihat. Tetapi, setelah koridor ini mulai berfungsi dan mendorong perdagangan, negara-negara ini kemungkinan akan mendapati Pakistan sebagai tujuan investasi yang lebih menjanjikan.

Sekian Tinjauan.

0 komentar

Posting Komentar