Kaledioskop 2016 - HadaCircle

4 Februari 2017

Kaledioskop 2016

Kaledioskop 2016 - Enggak terasa, 2016 hampir berakhir. Sepanjang tahun ini, banyak peristiwa mewarnai Indonesia. Kira-kira kamu ingat enggak apa aja yang terjadi?

Kita flashback lagi yuk. Berikut lima peristiwa besar yang sempat mewarnai pemberitaan media di tanah air.

1. Bom Thamrin.

Di awal tahun, Indonesia dikejutkan dengan aksi teror. Peristiwa terjadi pada 14 Januari 2016, sekitar pukul 10.40 WIB. Lokasinya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Peristiwa bom Thamrin menewaskan delapan orang, empat di antaranya adalah pelaku.

Pelaku pengeboman antara lain Ahmad Muhazan, Dian Juni Kurniadi, Afif atau Sunakin, dan Muhammad Ali. Ahmad Muhazan merupakan pelaku bom bunuh diri di kedai kopi Starbucks Sarinah, Thamrin.

Tak lama setelah kejadian, jagat maya ramai dengan topik #KamiTidakTakut. Meme pun bertebaran di media sosial, yang menggambarkan jika para teroris salah alamat menebar teror di Indonesia.

Ada lagi yang enggak kalah menarik yaitu viralnya posting-an polisi ganteng. Atribut yang dipakai polisi juga laris manis menjadi barang dagangan online. Contohnya nih, tas kanvas,  military boots, dan kaus ‘Turn Back Crime’.

2. Gerhana matahari total.

Gerhana matahari total menjadi peristiwa yang ditunggu di tahun 2016, baik oleh warga Indonesia maupun dunia. Fenomena alam ini terjadi pada 9 Maret 2016.

Warga di 12 kota di Indonesia bisa menyaksikan gerhana matahari total. Kota-kota tersebut antara lain Palembang, Bangka, Belitung, Palangkaraya, Balikpapan, Sampit, Luwuk, Ternate, Tidore, Palu, Poso dan Halmahera. Sementara daerah lainnya di Indonesia hanya bisa menyaksikan gerhana matahari parsial atau sebagian.
Gerhana matahari total di Pantai Lalang, Manggar, Belitung Timur, 9 Maret 2016. (NATIONAL GEOGRAPHIC)

Sebelum 2016, gerhana matahari total terakhir kali terjadi di Indonesia pada 1983. Fenomena ini hanya akan berulang dalam kurun waktu 33 tahun sekali. Artinya, setelah 2016, gerhana matahari total baru akan terjadi lagi pada 2049.

3. Kasus kopi sianida.

Peristiwa tewasnya Wayan Mirna Salihin menjadi sorotan media. Kasus ini menyita perhatian publik hampir sepanjang tahun.

Mirna tak bernyawa sesaat setelah meminum es kopi Vietnam di kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada 6 Januari 2016. Saat itu, ia sedang bersama kedua temannya, Jessica Kumala Wongso dan Hani.

Hasil pemeriksaan laboratorium forensik, kopi yang diminum Mirna mengandung racun sianida. Polisi lantas menetapkan Jessica sebagai tersangka dalam kasus ini pada 29 Januari 2016.  Jessica ditangkap keesokan harinya, 30 Januari 2016, di Hotel Neo, Mangga Dua Square, Jakarta Utara.
Jessica Kumala Wongso. (NET)

Jessica Kumala Wongso

Kasus terus bergulir dan proses persidangan berlangsung hingga sebanyak 32 kali bagaikan film berseri. Sidang kasus kopi sianida bahkan menjadi konsumsi publik karena disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi swasta.

Sidang terakhir berlangsung pada 27 Oktober 2016. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Jessica bersalah membunuh Mirna dan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara.

Merasa keberatan dengan putusan majelis hakim, Jessica lantas mengajukan upaya banding melalui kuasa hukumnya. Tim pengacara Jessica berkukuh jika tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa kliennya membunuh Mirna.

4. Demo taksi.

Transportasi berbasis online mulai marak dan berkembang di awal 2016. Namun kehadiran Gojek, Grab, dan Uber akhirnya menimbulkan gesekan dengan transportasi konvensional.

Merasa terancam, pengemudi taksi konvensional di Jakarta menggelar demonstrasi besar-besaran. Tepatnya, pada 22 Maret 2016.

Sekitar enam ribu sopir taksi turun ke jalan, menentang adanya Gojek, Grab, dan Uber. Ketiga perusahaan transportasi berbasis online itu dianggap merugikan penyedia jasa angkutan umum konvensional.
Unjuk rasa sopir taksi di Jakarta, 22 Maret 2016. (NET)

Aksi ini enggak hanya diikuti oleh sopir taksi, tapi juga pengemudi angkutan umum lainnya. Mulai dari sopir angkutan kota, metromini, hingga bajaj ikut berdemonstrasi di depan gedung MPR/DPR.

Sehari setelah berlangsungnya unjuk rasa, Blue Bird Group sebagai salah satu penyedia jasa transportasi konvensional meminta maaf kepada masyarakat. Di hari itu, Blue Bird juga menggratiskan penumpang yang menggunakan jasa transportasinya.

5. Aksi 411.

Demonstrasi 4 November 2016 atau Aksi 411 berlangsung di depan Istana Kepresidenan. Pengunjuk rasa yang didominasi umat muslim mendesak agar Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditangkap karena dianggap menodai agama Islam.

Aksi dipicu oleh video yang diunggah oleh Buni Yani di media sosial Facebook. Buni Yani mem-posting cuplikan video pernyataan Ahok yang menggunakan surat Al-Maidah ayat 51 ketika menghadiri acara di Kepulauan Seribu. Demonstrasi yang awalnya mengusung aksi damai ini sempat ricuh ketika massa dibubarkan.
Aksi 411 di bundaran patung kuda, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, 4 November 2016. (NET)

Aksi Damai Indonesia
Aksi berikutnya berlangsung pada 2 Desember 2016 atau dikenal dengan Aksi 212. Berbeda dengan Aksi 411, Aksi 212 yang berpusat di Monas berjalan damai.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan turut bergabung dengan peserta aksi. Kedua pemimpin Indonesia ini ikut melaksanakan salat Jumat di Monas, meski saat itu Jakarta diguyur hujan.
Comments


EmoticonEmoticon