Pertemuan Menhan Jepang dan AS

Pertemuan Menhan Jepang dan AS - Menteri Pertahanan Jepang Tomomi Inada menyatakan Jepang akan meningkatkan kemampuannya agar dapat lebih berperan dalam aliansi keamanannya dengan AS.

Tomomi Inada


Inada berbicara dengan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis selama sekitar 90 menit hari Sabtu (04/02/2017) di Tokyo, dan kemudian keduanya mengadakan konferensi pers bersama.

Inada mengatakan bahwa aliansi Jepang-AS adalah penting guna menjamin perdamaian dan kestabilan di Jepang dan wilayah Asia Pasifik. Dirinya memastikan kembali bahwa kedua negara akan semakin meningkatkan daya tangkal aliansi tersebut guna menangani hal-hal yang tidak diinginkan.

Mattis menyampaikan bahwa aliansi itu masih menjadi landasan kestabilan wilayah Asia Pasifik. Ditambahkannya bahwa pemerintah AS menempatkan sekutu lama seperti Jepang pada prioritas yang tinggi.

Mattis menggarisbawahi situasi keamanan di wilayah tersebut yang berubah, termasuk ancaman nuklir dan provokasi rudal Korea Utara serta meningkatnya aktivitas Cina di Laut Cina Timur dan Selatan. Inada menyatakan dirinya telah menyampaikan pada Mattis bahwa Jepang berniat untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya terhadap situasi keamanan yang semakin menegang.

Mattis tetap mengakui bahwa Kepulauan Senkaku di Laut Cina Timur adalah wilayah kekuasaan Jepang dan dilindungi oleh Pasal 5 pakta keamanan bilateral, di mana perjanjian tersebut mewajibkan AS melindungi Jepang.

Kedua pihak juga sepakat bahwa hanya ada satu jalan untuk menghilangkan risiko dari pangkalan udara korps marinir AS Futenma, yakni dengan memindahkan pangkalan tersebut di dalam provinsi itu dari lokasi sekarang yang padat penduduk ke distrik Henoko di Kota Nago yang berpenduduk lebih jarang.

Inada menyatakan Jepang akan secara bertahap meneruskan pekerjaan relokasi, dan bahwa perihal biaya penempatan pasukan AS tidak dibahas. Dirinya meyakini bahwa Jepang memikul bagiannya dengan adil, yang sejalan dengan perjanjian-perjanjian bilateral.

Mattis menyampaikan bahwa model pembagian biaya antara Jepang-AS adalah sebuah contoh bagi negara-negara lain, dengan memandang pertumbuhan anggaran pertahanan Jepang di bawah pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe seiring dengan situasi keamanan yang memburuk.

Dalam kampanye pemilihannya, Presiden Donald Trump menyerukan Jepang untuk 100% menanggung biaya penempatan pasukan AS.

0 komentar

Posting Komentar