Analisis Pakar Terkait Kunjungan Menlu AS di Asia Timur - HadaCircle

Rabu, Maret 22, 2017

Analisis Pakar Terkait Kunjungan Menlu AS di Asia Timur

Analisis Pakar Terkait Kunjungan Menlu AS di Asia Timur - Dalam Tinjauan kali ini Profesor Hideshi Takesada dari Pasca Sarjana Universitas Takushoku mengulas tentang lawatan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson di Asia Timur pada pekan lalu yaitu ke Jepang, Korea Selatan dan Cina.

Diplomasi

Takesada mengatakan Menlu Tillerson mengeluarkan pesan yang signifikan di Jepang dan Korea Selatan terkait program pengembangan nuklir Korea Utara. Ia menyatakan bahwa pendekatan AS terhadap Korut selama 20 tahun mengalami kegagalan. Di bawah kebijakan "strategi kesabaran," AS menolak untuk menggelar dialog dengan Korea Utara kecuali negara itu terlebih dahulu mengambil aksi menuju denuklirisasi. Tillerson menambahkan bahwa semua opsi tersedia untuk merespons Korea Utara. Terlalu dini untuk mengatakan bahwa AS sudah mengkaji opsi aksi militer, tetapi dalam pernyataannya Tillerson jelas menyebutkan opsi militer. Tillerson membuat pernyataan jelas bahwa AS siap membela sekutunya dengan senjata konvensional maupun nuklir.

Akan tetapi di Cina, Tillerson tampaknya tak banyak berucap soal respons militer terhadap Korut. Ia diyakini mengonfirmasikan dengan Cina atas pentingnya kerja sama kedua negara dalam merespons pengembangan nuklir dan peluncuran rudal Pyongyang. Dengan melakukan hal itu, Tillerson tampaknya menunjukkan sejumlah pertimbangan bagi Cina yang mengungkapkan kekhawatiran atas peningkatan ketegangan militer di Asia Timur.

Hingga sekarang, AS dan mitranya di Asia Timur lebih condong menggunakan pendekatan damai terhadap Korea Utara. Akan tetapi Takesada meyakini AS sekarang berniat untuk melakukan pendekatan yang lebih keras dan berupaya untuk menciptakan atmosfer yang menguntungkan atas perubahan kebijakan ini di antara mitra-mitranya di Asia Timur. Dalam kata lain, AS sejauh ini mengizinkan Cina untuk menambah bantuan kemanusiaan ke Korea Utara sambil mendesak negara itu untuk mengubah perilakunya. Tetapi sekarang AS ingin Cina mengubahnya menjadi pendekatan yang lebih keras termasuk dengan menghentikan bantuan kemanusiaan termasuk ekspor minyaknya ke Kora Utara, tergantung dari situasinya.

Trump dan Presiden Cina Xi Jinping dijadwalkan akan menggelar pertemuan bulan depan. Perhatiannya sekarang terpusat pada pernyataan seperti apa yang akan disampaikan kedua pemimpin tersebut terkait pengembangan nuklir Korea Utara, kata Takesada.
Comments


EmoticonEmoticon