Kesiapan Bencana bagi Warga Asing di Jepang

Kesiapan Bencana bagi Warga Asing di Jepang - Pada 11 Maret 2011, Gempa Besar Jepang Timur yang mengakibatkan tsunami besar dan menghancurkan beberapa wilayah Jepang timur laut, mencabut nyawa 36 orang asing. Dalam Tinjauan hari ini, Komentator Senior NHK Hiromi Hirose akan menjabarkan mengenai persiapan bencana bagi orang asing di Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir jumlah orang asing di Jepang telah melonjak. Fokus bahasan terutama adalah menyoroti isu bahasa dan komunikasi.

Gempa Jepang

Statistik menunjukkan bahwa sekitar 2,3 juta warga asing tinggal di Jepang per Juni 2016. Mereka berasal dari berbagai macam negara, budaya dan memiliki kemampuan bahasa Jepang yang berbeda. Jumlah turis di Jepang ada sekitar 24 juta orang tahun lalu. Negara ini juga mendapatkan kenaikan tajam jumlah pengunjung periode singkat yang tidak akrab dengan apapun terkait bencana di Jepang. Sebagian orang tidak memahami bahasa Jepang dan maka itu menghadapi kesulitan dalam mendapatkan informasi. Dalam bencana 2011, sebagian warga asing tidak dapat memahami bahasa Jepang "Takadai" yang berarti tempat yang lebih tinggi, sehingga mengalami kesulitan dalam menyelamatkan diri dari tsunami.

Sebagian orang datang dari negara-negara yang jarang mengalami gempa besar. Para relawan penerjemah membantu para warga asing ini. Namun ketersediaannya terbatas karena pemerintah pusat dan daerah hanya membantu sedikit dalam menyediakan pelatihan bagi para penerjemah itu. Dengan latar belakang ini, aplikasi telepon pintar jadi menarik perhatian. Karena sudah banyak aplikasi penerjemah bagi telepon pintar telah dikembangkan, sebagiannya dapat diunduh secara gratis. Jika kita terbiasa mengunakan aplikasi itu, maka aplikasi itu dapat membantu kita jika terjadi bencana. Sebagian aplikasi tidak memerlukan pengguna untuk memasukkan teks. Aplikasi tersebut mengenali suara dan menerjemahkannya langsung ke bahasa lain.

Selain itu, layanan streaming dan klip audio NHK WORLD Radio Japan tersedia di 17 bahasa melalui aplikasi telepon pintar gratis. Kami merekomendasikan penggunaan layanan penyiaran itu.

Namun dalam situasi darurat, kita mungkin tidak dapat mengakses internet. Saat menemui orang asing yang hanya dapat memahami sedikit kata dan frasa bahasa Jepang, maka orang Jepang harus menghindari penggunaan kata-kata sulit dan memberikan nasihat dalam kalimat pendek.

Penting juga untuk meminta warga asing yang memahami bahasa Jepang, guna menyediakan bantuan bagi pengungsi warga asing lainnya. Mereka mungkin membantu mendapatkan dan mendistribusikan barang-barang bantuan di tempat penampungan sementara dan membuat staf Jepang mengetahui kebutuhan pengungsi asing yang menghadapi kesulitan karena perbedaan agama dan kebudayaan.

Di Jepang sebagai negara yang rawan bencana, orang-orang Jepang dan warga negara lain harus berpikir bersama mengenai pentingnya menciptakan sistem yang memungkinkan masyarakat untuk membantu satu sama lain pada saat terjadi bencana.

Penjabaran Komentator Senior NHK Hiromi Hirose dalam Tinjauan hari ini.

0 komentar

Posting Komentar