Fokus Kongres Parlemen Cina

Fokus Kongres Parlemen Cina - Dalam Tinjauan hari ini, Profesor Masaharu Hishida dari Fakultas Hukum Universitas Hosei akan menjabarkan mengenai Kongres Rakyat Nasional Cina, yang dibuka pada hari Minggu (05/03/2017) di Beijing.

HadaCircle.com

Kongres Rakyat Nasional atau Parlemen Cina, adalah tahap amat sangat penting dalam politik Cina, di mana keinginan Partai Komunis akan diubah menjadi keinginan bangsa. Sidang tahun ini terutama penting karena dilakukan menjelang konvensi partai di musim gugur, di mana jajaran kepemimpinan partai untuk masa jabatan kedua Presiden Xi Jinping ditentukan. Dengan pandangan terhadap konvensi ini, sejauh apa Presiden Xi akan dapat memenangkan dukungan bagi kebijakan ekonominya dan perapian aparat negara, serta juga seberapa banyak niat politiknya akan dimasukkan ke dalam hasil pembahasan, akan menjadi perhatian.

Titik perhatian lainnya adalah bagaimana Cina akan menanggapi terhadap pemerintahan Amerika Serikat (AS) baru di bawah Donald Trump, yang mengakibatkan kegaduhan dengan mengindikasikan bea masuk yang lebih tinggi atas impor dari Cina dan peninjauan ulang kebijakan "Satu Cina" yang sudah berjalan lama. Melalui pembicaraan telepon di awal Februari, Xi dan Trump memastikan diteruskannya kebijakan "Satu Cina." Semenjak itu, kedua negara bertindak seakan melaju untuk memperbaiki hubungan bilateral. Tetapi sebenarnya, kedua negara gagal untuk mempersempit perbedaan pandangannya atas berbagai isu penting seperti meningkatnya kegiatan maritim Cina di Laut Cina Selatan. Tampaknya sejauh ini Cina berada dalam posisi mempertahankan diri terkait serangkaian serangan yang diluncurkan oleh Trump. Dunia mengamati erat bagaimana Cina akan membalas kembali.

Terkait gerakan anti korupsi yang dipimpin oleh Xi, dilaporkan bahwa sebuah badan kesatuan yang dinamakan komite pengawasan nasional akan dibentuk, sementara undang-undang anti penyuapan dijadwalkan akan diberlakukan. Salah satu sekutu dekat Xi yaitu Wang Qishan, tampaknya akan mengepalai komite pengawasan itu. Suatu kampanye anti korupsi dapat menjadi kebijakan populer yang ditujukan untuk menenangkan ketidakpuasan masyarakat. Itu juga bisa menjadi alat untuk menghancurkan musuh-musuh politik Xi karena tak ada seorang pun yang secara terbuka menantang langkah itu. Diyakini Kongres Rakyat Nasional akan memberikan kita sekilas hasil seperti apa yang akan diwujudkan dari kampenye anti korupsi yang tengah berjalan, serta siapa yang akan mengisi posisi kepala komite tersebut.

Profesor Masaharu Hishida dari Fakultas Hukum Universitas Hosei menjabarkan bagi Tinjauan hari ini.

0 komentar

Posting Komentar