Kemajuan Pembangunan Kembali Pasca Bencana - HadaCircle

Sabtu, Maret 25, 2017

Kemajuan Pembangunan Kembali Pasca Bencana

Kemajuan Pembangunan Kembali Pasca Bencana - Enam tahun berlalu sejak Gempa Besar Jepang Timur. Tetapi lebih dari 120.000 masih hidup sebagai pengungsi, tersebar di penjuru Jepang. Daerah-daerah pantai di Jepang timur laut yang tertimpa parah bencana itu mengalami populasi yang berkurang dari tahun ke tahun. Banyak orang yang menyampaikan keprihatinan akan keterlambatan pekerjaan pembangunan kembali.

Gempa Jepang

Dalam Tinjauan edisi hari ini, kami mendengar dari Fumihiko Imamura, Direktur Lembaga Penelitian Internasional Ilmu Kebencanaan di Universitas Tohoku.

Menurut Imamura, di kawasan yang tertimpa bencana, proyek-proyek mendasar, seperti pembangunan perumahan baru bagi para korban selamat telah hampir selesai. Tetapi langkah-langkah seperti pembangunan kembali seluruh kota termasuk membangkitkan kembali industri serta pembangunan masyarakat belum berlangsung.

Imamura yakin bahwa mengumpulkan pengalaman orang-orang dalam bencana serta pelajaran yang dapat diperoleh dari mereka adalah tugas yang penting yang harus menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan kembali. Meninjau kembali bagaimana gempa bumi dan tsunami berdampak pada kehidupan warga setempat, bagaimana mereka menanggapi bencana tersebut, serta sejauh mana pembangunan kembali telah berjalan seharusnya membantu memilah mana yang menjadi keputusan yang tepat serta apa yang harus diperbaiki.

Pelajaran yang diperoleh dari bencana itu enam tahun lalu tidak dapat diterapkan begitu saja ke daerah-daerah lain. Yang diperlukan adalah mengambil intisari dari pengalaman tersebut dan memanfaatkannya untuk pencegahan bencana di masyarakat, baik masyarakat kita sendiri maupun masyarakat lain.

Misalnya, sejumlah orang terperangkap tsunami saat mereka mencoba menyelamatkan diri menggunakan mobil. Apakah kita sebaiknya menggunakan mobil atau tidak tergantung pada karakteristik daerah dan situasi pada saat bencana. Saat kita membahas, misalnya, lingkungan atau situasi seperti apa yang membuat penggunaan mobil dianjurkan atau tidak, pengalaman dan pelajaran dari daerah-daerah terdampak akan memberikan pemahaman yang sangat bermanfaat.

Tetapi sulit untuk terus mengingat pencegahan dan mitigasi bencana. Faktanya, latihan-latihan evakuasi telah kembali dilaksanakan di sebuah distrik tempat sejumlah warganya telah kembali, tetapi seperti sebelum bencana terjadi, tidak banyak yang ikut serta. Tentu kita tidak bisa hidup sehari-hari dengan hanya memikirkan bencana saja. Tetapi penting untuk memupuk budaya antibencana.

Misalnya, kita harus menjadikan kebiasaan untuk memastikan di mana lokasi tanah tinggi saat kita pergi ke daerah pantai. Demi hal ini, penting untuk mengumpulkan pengalaman dan pelajaran tersebut.

Bencana enam tahun lalu itu mengakibatkan sekitar 18.000 korban jiwa. Hal ini adalah pengalaman yang sangat menyesakkan dan menyedihkan, tetapi agar tidak mengalami kembali kerusakan sebesar itu, kita harus bersama-sama menyusun gagasan dan kearifan serta membagikannya ke seluruh dunia.
Comments


EmoticonEmoticon