Beberapa Sebab Sulitnya Lamaran Kerja Diterima - HadaCircle

Rabu, Maret 15, 2017

Beberapa Sebab Sulitnya Lamaran Kerja Diterima

Beberapa Sebab Sulitnya Lamaran Kerja Diterima - Buat teman-teman yang merasakan hal ini jangan berkecil hati, ada ratusan orang di negeri kita yang mengalami hal serupa, bahkan jumlahnya bisa jadi lebih banyak. Saya pun sempat merasakan hal demikian dan bertanya-tanya masih adakah lowongan pekerjaan untuk saya? Adakah yang bisa saya lakukan untuk memperoleh penghasilan? Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan keluarga saya?

Itulah beberapa pertanyaan yang kerap kali timbul dalam pikiran saya. Dari sekian banyak pertanyaan yang ada, muncul sebuah pertanyaan sederhana yang masih menjadi misteri buat saya -bahkan sampai detik ini. Karyawan seperti apa yang mereka cari?

Work

Berpenampilan Menarik

Hmm hal ini sedikit membuat saya tertawa saat melihat info lowongan kerja baik di media massa atau media sosial. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan penampilan menarik? Jika saya tanya balik para pewawancara jawabannya tidak lepas dari wajah yang cantik atau tampan. Hal ini sudah lumrah seakan kita sebenarnya sedang menjual wajah dan mereka yang membeli. Lalu, jika saya atau kamu memiliki wajah yang tidak menarik apakah berarti kamu tidak bisa bekerja? Jadi, salahkah orang tua kita yang secara genetika menurunkan DNA berupa wajah yang seperti saat ini? Saya sering tertawa dalam hati sewaktu melihat atau mendengar pernyataan demikian. Selain wajah, mereka menilai bentuk tubuh kita dan mengklasifikasi kita ke dalam golongan tertentu misalnya; orang yang gemuk 'biasanya lambat' dalam bekerja seakan-akan bobot tubuh lebih penting daripada kemampuan kita.

Katakanlah jenis pekerjaannya berada dalam bidang marketing, ada yang bilang sales itu harus menarik, benarkah? Memang sekali memandang sales yang berwajah cantik atau tampan seakan-akan menghipnotis calon pembeli untuk membeli apapun yang mereka tawarkan. Itulah poin utama yang beberapa perusahaan lihat, menjual dengan penampilan asalkan produk mereka laku terjual tak soal seberapa bermanfaat produk tersebut. Sekalipun tidak dalam bidang marketing, masih banyak perusahaan yang mencari karyawan berpenampilan menarik. Sebenarnya untuk siapa? Hmm, bisa jadi supaya mood para atasan meningkat ya, sewaktu melihat kamu yang berpenampilan menarik. Namun perlu diketahui, penampilan menarik yang sebenarnya tidaklah terkait dengan cantik atau tampan, tapi penampilan yang bersih dan rapi.

Berpengalaman Kerja Minimal 1 Tahun di Bidang yang Sama

Inilah problem mengapa banyak pengangguran di negeri kita. Banyak perusahaan mencari orang-orang yang sudah memiliki pengalaman kerja 'dibidang yang sama' alasannya karena mereka sudah berpengalaman, lebih efisien pada saat masa training, dan tidak sulit mengajari mereka. Memang benar tapi secara tidak sadar banyak perusahaan telah menutup kemungkinan potensi calon pelamar bagi perusahaannya. Ada banyak generasi muda yang mampu meningkatkan kualitas kerja meskipun awalnya tidak memiliki pengalaman dan mampu menaikan penghasilan perusahaan. Bahkan mereka yang berada di posisi atas juga pernah mengalami hal serupa, sadarkah mereka? Atau malas mengajari orang baru ya?

Batas Usia Maksimal 25 Tahun

Usia menentukan produktivitas kerja itulah yang ada dalam pemikiran banyak perusahaan, mereka yang berusia di bawah 30 tahun tentu masih energik, cekatan, dan sehat. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan dan mengurangi pengeluaran perusahaan. Tak satupun perusahaan ingin mengalami kerugian, apalagi sumbernya dari dalam perusahaan, maka mereka akan selalu mencari pekerja muda guna meminimalisasi kerugian tersebut. Tapi bukan berarti mereka yang berusia lebih dari 25 tahun tidak lagi terpakai loh! Banyak para pakar yang bekerja bagi perusahaan dan memiliki usia yang cukup tua, maka dari itu mereka butuh pengganti yang masih muda. Pembatasan usia juga bertujuan untuk menyaring lamaran yang masuk sehingga tidak menghabiskan waktu hanya untuk mencari karyawan.

Minimal Pendidikan D3 atau S1

Buat teman-teman yang memiliki latar belakang pendidikan SMK/SMA/SMU/sederajat jangan berkecil hati, inilah fakta yang harus kamu hadapi saat memilih pekerjaan dengan posisi yang cukup bagus, bahkan pekerjaan yang biasa saja juga menentukan standar demikian. Lalu, bagaimana mereka yang mengikuti ujian paket kesetaraan? Banyak orang bahkan perusahaan meremehkan kemampuan kerja mereka, padahal mereka memiliki kinerja yang bisa jadi setara atau bahkan lebih baik dari mereka yang kuliah. Pendidikan menentukan kondisi intelektual mereka, namun tidak menentukan etos kerja dan norma yang baik dalam bersosialisasi dilingkungan kerja. Buat kamu yang masih berupaya mencari pekerjaan tetaplah semangat! Petani yang menanam benih butuh waktu untuk dapat memanen. Pekerja yang gigih butuh waktu untuk dapat menghasilkan.

Pengalaman Penerbit Post.

Saya Humaedi Suhada, kelahiran 1997. Latar Belakang pendidikan saya SMK INFORMATIKA, Lulusan 2015, Berbekal ijazah SMK, Saya melamar kesana kemari, memang sulit ketika harus bersaing dengan lulusan dengan derajat pendidikan lebih tinggi. Saya meyakinkan diri saya waktu itu, bahwa saya harus tetap fight dan all out serta keyakinan penuh untuk dapat diterima kerja, puluhan lamaran kerja saya layangkan. Salah satunya untuk melamar posisi IT Staff di salah satu Perusahaan Retail Terkemuka di Indonesia. Dari ratusan pelamar, dua orang di panggil untuk ikut tes Komputer dan Teori Komputer. Alhamdulillah, saya lulus, mengalahkan kandidat yang derajat pendidikannya jauh diatas saya yang hanya seorang SMK.

Tapi karena keinginan saya untuk kuliah sangat tinggi, saya mencari Beasiswa dan juga diterima pada tahun kedua setelah kelulusan saya yang mengharuskan saya kuliah pagi dan meninggalkan pekerjaan saya.

Jadi "tunjukan integritas, jangan terlalu peduli derajat pendidikan" (Humaedi Suhada, 28 Maret 1997)
Comments


EmoticonEmoticon