Negosiasi Pelarangan Senjata Nuklir - HadaCircle

Rabu, Maret 29, 2017

Negosiasi Pelarangan Senjata Nuklir

Negosiasi Pelarangan Senjata Nuklir - Hirofumi Tosaki mengulas tentang negosiasi yang tengah berlangsung dalam Konvensi Persenjataan Nuklir. Tosaki adalah seorang peneliti senior di Pusat Promosi Pelucutan dan Non-Proliferasi Nuklir, yang merupakan bagian dari Institut Hubungan Internasional Jepang.

Stop Nuclear

Menurut pendapat Tosaki, negara-negara non-pemilik nuklir memimpin pembahasan guna merangkumkan kesepakatan menyusul absennya negara-negara pemilik nuklir serta negara-negara di bawah payung nuklir. Negara-negara non-pemilik nuklir tersebut ingin membangun standar hukum untuk melarang persenjataan nuklir bahkan meski ada beberapa negara yang memboikot pembicaraan terkait hal ini.

Dalam perundingan kali ini yang berlangsung hingga Jumat, diperkirakan akan berpusat pada pembahasan tentang dasar kerangka kerja atas visi kesepakatan dengan tujuan utamanya adalah menjadikan kepemilikan dan pembelian senjata nuklir sebagai bentuk kriminalitas. Sejumlah isu kontroversial seperti bagaimana mengkaji penerapan pakta perjanjian dan sanksi yang akan diberikan atas kemungkinan pelanggaran akan dibahas lain waktu.

Hingga sekarang, masalah senjata nuklir menjadi pembahasan terutama dalam konteks keamanan nasional. Akan tetapi negara-negara non-pemilik senjata nuklir dan sejumlah LSM menekankan tentang kebiadaban senjata nuklir dalam upaya untuk mengubah pembahasan kerangka kerja yang ada saat ini. Disebutkan bahwa pelucutan senjata harus dikejar dari sudut pandang keselamatan manusia, atau dalam kata lain, dari sudut pandang setiap orang yang bisa terdampak jika senjata nuklir digunakan. Berdasarkan pendekatan ini, para pendukung kesepakatan larangan senjata nuklir akan berupaya bersama-sama membantu para korban senjata nuklir sebagaimana yang diberikan kepada hibakusha di Jepang dalam sebuah kesepakatan.

Jepang mengumumkan tidak akan turut serta dalam negosiasi. Jepang mengatakan tujuan negaranya adalah mengurangi senjata nuklir yang ada saat ini dan menurunkan peran senjata semacam itu dalam menjaga keamanan. Jepang tampaknya berpikir bahwa meski kesepakatan tercapai, pelucutan senjata nuklir tidak akan berlangsung selama negara-negara pemilik senjata nuklir tidak turut serta dan kesepakatan tersebut terbukti tidak memiliki arti.

Selain itu, Jepang memiliki tetangga yang mempunyai senjata nuklir seperti Cina, Korea Utara dan Rusia. Apabila tidak ada jaminan bahwa kesepakatan ini akan secara efektif mengurangi ancaman dari negara-negara pemilik senjata nuklir tersebut, mungkin sulit bagi Jepang untuk turut serta dalam negosiasi mengingat Jepang saat ini berada dalam payung perlindungan nuklir dari Amerika Serikat.

Di sisi lain, Jepang menyerukan pelucutan senjata nuklir sebagai satu-satunya negara yang pernah mengalami serangan nuklir. Banyak negara yang kecewa atas lambannya pengurangan senjata nuklir yang memicu negara-negara tersebut untuk berupaya membuat kesepakatan larangan bagi senjata nuklir. Tosaki meyakini Jepang juga memiliki kekecewaan yang sama. Meski Jepang memboikot negosiasi tetapi negara ini harus menyampaikan rasa kekecewaan tersebut kepada negara-negara pemilik senjata nuklir dan mendorong negara-negara tersebut untuk mengurangi persediaan senjata nuklirnya.
Comments


EmoticonEmoticon