Perundingan Pelarangan Senjata Nuklir Dimulai

Perundingan Pelarangan Senjata Nuklir Dimulai - Konferensi untuk merundingkan pakta yang mengikat secara hukum guna melarang senjata nuklir diadakan di markas besar PBB di New York pada hari Senin (27/03/2017). Namun seluruh negara yang memiliki senjata nuklir tidak akan ikut serta dalam perundingan tersebut.

United Nations

Desember tahun lalu, Sidang Umum PBB memutuskan untuk memulai perundingan itu. Lebih dari 50 negara non-nuklir mengajukan usulan tersebut dan 113 negara mendukung resolusi itu.

Pakta tersebut akan melarang senjata nuklir berdasarkan interpretasi bahwa hal itu melanggar hukum internasional.

Lebih dari 100 negara diperkirakan akan ikut serta dalam perundingan tersebut. Tampaknya negara-negara itu akan memusatkan perhatian pada bagaimana menegaskan ilegalitas senjata nuklir.

Amerika Serikat dan Rusia menyatakan bahwa perundingan itu tidak memiliki perspektif realistis keamanan internasional.

Namun Jepang, yang meskipun adalah negara satu-satunya yang pernah mengalami pengebomatoman, juga menentang pakta tersebut. Pemerintah Jepang berpendirian bahwa pelucutan harus dilakukan secara bertahap dengan kerja sama negara-negara yang memiliki senjata nuklir maupun non-nuklir.

Jepang tengah mempersiapkan untuk mengirim utusan yang akan berbicara pada konferensi tersebut, namun tampaknya tidak akan ikut serta dalam perundingan itu.

Mantan presiden AS Barack Obama menyerukan "dunia tanpa senjata nuklir". Sementara penerusnya, Donald Trump, telah mengindikasikan keinginannya untuk meningkatkan kekuatan nuklir AS.

0 komentar

Posting Komentar