Rizieq Shihab Batal Hadiri Tabligh Akbar di Lombok Tengah, NTB

Rizieq Shihab Batal Hadiri Tabligh Akbar di Lombok Tengah, NTB - Dimuat sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Pengantar Jurnalistik, Humaedi Suhada, Program Diklat S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mataram.

FPI

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shibab batal hadir pada acara tabligh akbar penggalangan dana untuk korban banjir Bima di Lapangan Tastura, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Meski batal hadir, acara yang dihadiri lebih dari 10 ribu warga ini tetap berjalan khidmat. Terlebih, saat Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bachtiar Nasir melakukan teleconfrence dengan Rizieq Shihab.

Pada kesempatan itu, Rizieq Shihab menyampaikan permintaan maafnya karena berhalangan hadir pada acara safari dakwah itu.

"Pada kesempatan ini saya tidak lupa menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada segenap ulama dan umat Islam NTB khususnya," ujar Rizieq Shihab melalui sambungan telepon dan diperdengarkan kepada seluruh warga yang hadir.

Rizieq Shihab juga meminta agar warga NTB mendoakan dirinya yang saat ini tengah terlilit masalah hukum. "Doakan saya dan segenap kawan-kawan di GNPF MUI diberikan kekuatan untuk menghadapi segala fitnah," sambung Habib.

Pada acara tabligh akbar yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga pukul 16.00 Wita ini berlangsung khidmat. Para ulama dan tuan guru yang hadir memberikan tausiah kepada warga secara bergantian.

Warga yang hadir pada acara tersebut tampak antusias meski Rizieq Shihab tidak hadir. Mereka rela duduk berjam-jam di lapangan sambil mendengar berbagai tausiah sejumlah ulama.

"Meski Habib Rizieq batal hadir, tapi mendengar suaranya saja kami sudah senang. Kami tetap akan mendukung dan membela Beliau, karena Beliau adalah ulama," ujar Syamsul, warga Lombok Tengah.

Di sela-sela acara, pengunggah video Ahok yang diduga menistakan Alquran, Buni Yani, juga turut hadir. Di hadapan warga, Buni Yani menyampaikan apa yang dialaminya saat ini adalah bentuk perjuangan untuk membela Islam.

Karena itulah, ia mengaku tidak takut menghadapi apapun yang akan terjadi kepada dirinya setelah penetapan status tersangka. "Kita wajib membela Islam. Jangankan jadi tersangka, masuk penjara dan matipun saya siap," kata dia.

Tausiah disampaikan Ustaz Bahtiar Nasir sekaligus menutup tabligh akbar dengan ucapan takbir.

Dari penyelenggara acara yang dihadiri segenap masyarakat pulau Lombok dan Sumbawa ini diperoleh dana bantuan sebanyak 52 juta Rupiah lebih, dan rencananya seluruh dan tersebut akan diberikan langsung kepada korban bencana banjir Bima.

0 komentar

Posting Komentar