Dibalik Keinginan Rizieq Bertemu Raja Salman - HadaCircle

2 Maret 2017

Dibalik Keinginan Rizieq Bertemu Raja Salman

Dibalik Keinginan Rizieq Bertemu Raja Salman - Sebagai yang sudah didaulat oleh beberapa kelompok sebagai Imam Besar Ummat Islam Indonesia, Rizieq Shihab tentu saja merasa "disepelekan" bila tidak ada diagendakan bertemu dengan Raja Saudi Arabia, Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Bagimana rasanya gitu lho...masak Imam Besar Ummat Islam Indonesia tidak dipandang sebelah mata oleh seorang raja dari negara berasalnya agama Islam dan penjaga 2 kota suci, Mekkah dan Medinah.

Raja Salman

Lobi-lobi agar ada pertemuan khusus antara Rizieq, GNPF MUI dengan Raja Salman terus diupayakan oleh pihak Rizieq. Namun pemerintah sebagai penyeleksi pihak-pihak mana yang layak ditemui oleh Raja Salman, rasa tidak akan memfasilitasi pertemuan tersebut. Hal ini tentunya terkait dengan kelakuan-kelakuan mereka selama ini yang cukup membuat repot serta gaduh kondisi tanah air. Selain itu Rizieq dan kelompoknya jelas bukan representasi dari mayoritas ummat islam Indonesia. Tidak akan ada pertemuan khusus dari mereka, sekalipun misalnya ada permintaan dari Saudi Arab sekalipun. Raja Salman tentu juga memahami dan menghormati kebijaksanaan urusan dalam negeri tuan rumah yang telah mengundangnya.

Menemui kebuntuan ini, pihak Rizieq tidak putus asa. Keinginan agar bisa bertemu Raja Salman menggunakan jalan lain ditempuh dengan melobi protokoler Dewan Pertimbangan Rakyat (DPR). Selama ini beberapa anggota di dewan terhormat itu memang dikenal selalu welcomes dengan kedatangan Rizeq dan kelompoknya.

Seperti yang dikatakan oleh kuasa hukum Rizieq, Kapitra Ampera.€┼ôKami komunikasikan terus. Kalau bisa ada pertemuan khusus antara Habib Rizieq, GNPF MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia) dengan Raja Salman." Sumber.

Seperti diketahui agenda kedatangan Raja Salman beserta rombongannya selain bertemu secara khusus dengan Presiden Jokowi serta Wapres Jusuf Kalla dan berlibur ke Bali, juga akan melakukan pidato di depan Dewan Perwakilan Rakyat. Pidato direncanakan hari Kamis dan sang raja mempunyai permintaan khusus akan melakukan pidatonya di ruang paripurna. Bukan tanpa alasan ini dilakukan tapi keinginannya mengulang kejadian 47 tahun lalu, ketika Raja Faisal berpidato di tempat sama.

Pidato Raja Salman di DPR bukan saja diikuti oleh anggota dewan namun juga oleh beberapa tamu undangan. Menurut Kapitra Ampera, salah satu yang diundang adalah Rizieq Shihab untuk mendengar audiensi sang Raja.

Kalau benar sudah dapat undangan tapi masih mau diistimewakan dan ngebet melakukan pertemuan khusus ini alasannya apa. Setelah ubek-ubek cari berita akhirnya nemu ini. Ternyata...oh ternyata...ini tho yang menjadi latar belakangnya. Tidak jauh-jauh dari UUD (Ujung-Ujungnya Duit). Seperti yang dikatakan oleh kuasa hukum Rizieq.

"Kami tidak bicara masalah politik. Bahwa ada kelemahan dalam penegakan hukum, iya. Tapi ini kan rumah tangga kita. Masalah dalam negeri diselesaikan dalam negeri. Kami yang malu dong kalau cerita aib ke orang lain.". Kapitra juga mengatakan Rizieq telah menyiapkan proposal untuk diajukan kepada Raja Salman untuk membantu mendirikan rumah sakit dan sekolah modern gratis bagi warga yang kurang mampu.

"Kalau diberikan kesempatan kami siapkan proposal untuk dua hal ini. Arab kan negara kaya. Jadi apa salahnya kami buka peluang untuk sejahterakan rakyat," katanya.

Weleh...weleh...kalau lihat orang tajir kok jadi nginceng aja. Dipikirnya Sinterklas yang suka bagi-bagi duit. Orang negara Saudi Arab saja saat ini juga lagi bermasalah dengan ekonominya sejak harga minyak anjlok dan persoalan politik termasuk perang di Yaman yang butuh biaya besar. Sampai-sampai dalam sejarahnya sejak 25 terakhir kerajaan itu kembali mengajukan hutang pada Bank Internasional sebesar US$ 10 miliar. Pemotongan subsidi pada warganya pun juga dilakukan untuk penghematan.

Kalau saat ini Saudi Arab gencar melakukan investasi diberbagai bidang pada negara lain, karena sudah menyadari tidak lagi hanya bisa mengandalkan perekonomian lewat minyak di negaranya saja. Selain persaingan harga minyak semakin ketat misalnya sejak Iran tidak lagi diembargo dunia internasional, negara-negara maju sudah mulai melakukan inovasi tehnologi menggunakan energi lain sebagai pengganti minyak yang tidak bisa diperbarui.

Wah..jika dipikir enak juga ya..punya ide dengan dalih membantu orang kurang mampu seperti mendirikan rumahsakit atau sekolah tapi dananya dari orang lain. Sekedar jualan ide dan dana dari pihak lain tapi dapat nama baik di mata masyarakat. Mungkin bukan hanya FPI atau GNPF saja yang bisa melakukan ini. Banyak orang lain yang juga bisa melakukan hal sama.

Oya...andai Raja Salman berbaik hati dan bersedia bertemu dengan Rizieq lalu menyetujui proposal yang diajukan, kira-kira dananya bisa dipertanggungjawabkan atau tidak. Soal dana demo yang dikumpulkan oleh GNPF saja kemarin bermasalah dan masih dalam pengusutan Kepolisian.

Menjadi pertanyaan juga jika sekolah dan rumahsakit tersebut sudah berdiri, lalu dana operasional sehari-harinnya bagaimana jika digratiskan. Duit darimana lagi untuk membayar dokter, guru, obat-obatan, listrik perlengkapan sekolah dan sebagainya. Mau nunggu negara kaya dari Arab berkunjung ke Indonesia dan mengajukan proposal lagi?

elde
Comments


EmoticonEmoticon