Ulasan Pidato Trump di Kongres - HadaCircle

3 Maret 2017

Ulasan Pidato Trump di Kongres

Ulasan Pidato Trump di Kongres - Dalam Tinjauan kali ini Asuka Matsumoto, Akademisi Tamu di Universitas Johns Hopkins akan mengulas tentang pidato Presiden AS Donald Trump yang disampaikan di Kongres pada Selasa (28/02/2017) lalu. Matsumoto adalah pengamat politik AS.

Trump

Matsumoto mengatakan, dibandingkan dengan pidato yang disampaikan Trump sewaktu menjabat pada bulan Januari lalu, pidatonya di Kongres pada Selasa kemarin tampaknya bukan hanya menargetkan kepada pendukungnya tetapi juga warga negara Amerika lainnya. Pidato terbaru memasukkan banyak kalimat selayaknya presiden seperti misalnya pujian bagi bangsa yang akan berusia 250 tahun pada sembilan tahun dari sekarang dan berjanji bahwa ia sendiri akan membuka babak baru dalam sejarahnya. Ia dikritik karena mengeluarkan serangkaian kebijakan kepresidenan tanpa memberikan penjelasan yang memadai terkait kebijakan tersebut, termasuk larangan masuk bagi warga negara dari tujuh negara mayoritas Muslim. Jadi Matsumoto menilai Trump berupaya untuk menarik lebih banyak pendukung dari Partai Republik dan kalangan kelas menengah dengan menyajikan visi dengan orientasi masa depan.

Jajak pendapat yang dilakukan setelah pidato menunjukkan sekitar 70 persen orang mendukung pidatonya itu. Banyak yang memberi nilai tinggi atas kebijakan ekonomi dan anti-terorisme Trump. Pada bidang ekonomi, Trump menjanjikan investasi infrastruktur sebesar 1 triliun dolar, dan para responden juga menyambut janji Trump untuk melindungi negara dari terorisme Islam radikal serta atas apa yang disebutnya sebagai peningkatan bersejarah dalam belanja pertahanan AS. Menurut Matsumoto, Trump mencoba untuk meredam kekhawatiran di antara warga AS yang merasa lebih rentan atas ancaman dari kelompok militan ISIS ketimbang dari Rusia atau Cina.

Lebih jauh, beberapa wanita diundang untuk menghadiri pidato di Kongresnya tersebut. Sudah diketahui bahwa seorang presiden memberikan penghormatannya kepada warga negara dan anak-anak saat menyampaikan sebuah pidato dalam upaya untuk terlihat seakan-akan presiden menjaga warga Amerika. Tamu Trump kali ini termasuk para wanita yang memiliki penyakit yang sulit disembuhkan, dan para janda petugas kepolisian yang dibunuh oleh seorang imigran ilegal saat menjalankan tugas serta tentara yang gugur saat berperang melawan terorisme. Matsumoto menduga Trump berupaya untuk meraih dukungan dari kalangan wanita dengan menunjukkan aspek tersebut di Kongres, karena ia sebelumnya dituduh melakukan tindakan yang merendahkan wanita.

Terkait hubungan dengan Jepang, Tokyo sering disebut sebagai sekutu AS dalam pidato yang disampaikan para pendahulu Trump dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi Trump tidak berbicara banyak soal Jepang. Perhatian semestinya berpusat pada pernyataan Trump tentang kelompok usaha Softbank yang merupakan raksasa Teknologi Informasi Jepang. Mengingat Softbank menjanjikan investasi yang sangat besar di AS, Matsumoto menilai bahwa hal itu adalah pesan bahwa pemerintahan Trump akan menerima setiap perusahaan Jepang yang akan menciptakan lapangan kerja di negaranya.
Comments


EmoticonEmoticon