Dua Jenis Sejarah dalam Kehidupan Manusia

Dua Jenis Sejarah dalam Kehidupan Manusia - Dalam kehidupan manusia terdapat dua sejarah, yaitu sejarah yang diberikan oleh Allah, dan sejarah yang dirancang oleh manusia. Kiai Yayan Bunyamin mengungkapkan, sejarah yang diberikan Allah adalah sejarah yang oleh manusia harus diterima dan tidak bisa ditolak begitu saja. Lahir di mana, dari suku apa, warna kulit, adalah beberapa contoh sejarah manusia yang diberikan oleh Allah.

Yayan Bunyamin

“Sedangkan sejarah yang dapat dirancang oleh manusia sendiri contohnya adalah memilih cita-cita,” kata kiai muda penulis buku ‘Hujjah Al-Nahdliyah’, dalam pengajian Rijalul Ansor yang digelar PAC GP Ansor Rajapolah, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (14/4) malam.

Termasuk sebagai umat Islam, kata Kiai Yamin, hendaknya dapat mendesain masa depan. Ia menyebut gagal merencanakan masa depan sama artinya dengan merencanakan kegagalan.

Dalam konteks ini, umat Islam harus memiliki setidaknya dua hal, yakni visi ideal dan aksi atau tindakan sebagai ikhtiar yang nyata.

“Umat Islam harus memiliki cita-cita yang bagus. Saya ingat promotor tesis saya dari Universitas Leiden yang menyebut ‘kekuatan tidak terletak pada otot, tetapi dalam kepala yaitu otak,” ceritanya.

Kiai Yamin mencontohkan bila seseorang dikejar tiga ekor anjing, padahal orang itu berada di dalam tembok setinggi dua meter, normalnya orang itu tidak bisa lepas dari kejaran anjing. Tetapi karena dikejar anjing dan ingin selamat, orang itu harus bisa melewati tembok. Ini membuktikan kekuatan terletak pada otak.

“Demikian pula saat ada seorang santri yang harus menghapal. Kalau berpikir kuat maka akan kuat. Makanya Islam mengajarkan optimism melalui huznudzon,” tambah kiai yang juga aktif di Lakpesdam NU Tasikmalaya.

Sebagai orang tua, lanjut Kiai Yamin, kita bisa menyemangati anak-anak kita saat mereka mengungkapkan cita-citanya, walau keadaan kita sangat terbatas.

Misalnya saat anak kita mengatakan ingin jadi dokter, jangan langsung dilarang atau dipatahkan semangatnya. Tetapi idealnya katakan bahwa kita mendukung mereka.

“Ya, Nak. Ibu mendoakan semoga kau jadi dokter,” kata Kiai Yamin.

Adapun aksi atau tindakan adalah ikhtiar nyata setelah kita memegang visi atau cita-cita. Dalam meraih cita-cita sudah pasti diperlukan juga perjuangan dan pengorbanan.

Perjuangan atau ikhtiar harus disertai dengan keikhlasan dan kerja yang cerdas yakni berdasarkan pengetahuan. Perjuangan juga mensyaratkan keikhlasan dan ilmu pengetahuan (knowledge) dalam menjalankannya.

“Kesuksesan dan perjuangan adalah satu paket. Tidak ada kesuksesan yang tanpa perjuangan dan pengorbanan,” tegasnya.

0 komentar

Posting Komentar