Fokus Pertemuan Abe & Putin - HadaCircle

28 April 2017

Fokus Pertemuan Abe & Putin

Fokus Pertemuan Abe & Putin - Dalam Tinjauan hari ini, kami akan menyimak penjabaran dari Valery Kistanov, kepala Pusat Kajian Jepang pada Institut Kajian Timur Jauh, Akademi Sains Rusia, mengenai fokus perundingan PM Abe dan Presiden Putin.

Abe Putin

Saat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan perundingan di Jepang bulan Desember tahun lalu, Jepang sepakat untuk menyediakan berbagai kerja sama ekonomi pada Rusia senilai sekitar 2,5 miliar dolar. Namun ini masih berupa rencana.

Hubungan ekonomi yang sebenarnya antara Jepang dan Rusia adalah sedang menurun. Investasi asing langsung Jepang di Rusia pada tahun 2015 secara efektif berkurang separuh dari 2,7 miliar dolar di tahun 2012. Alasannya adalah iklim investasi yang kurang menguntungkan di Rusia. Sanksi ekonomi yang diterapkan terhadap Rusia oleh negara-negara anggota Grup Tujuh (G7) atas situasi di Ukraina serta aneksasi Rusia atas Krimea, juga menjadi faktor yang disalahkan.

Sementara bagi kegiatan ekonomi bersama yang diusulkan pada pulau-pulau yang oleh Jepang disebut Kawasan Utara, masih terhambat masalah hukum. Jepang tidak dapat menyetujui atas segala kegiatan pada pulau-pulau itu di bawah hukum Rusia, karena itu artinya akan mengakui kedaulatan Rusia atas pulau-pulau itu. Di sisi lain, Rusia mengatakan bahwa segala kegiatan harus dilakukan di bawah hukumnya. Masalah tersebut juga diangkat dalam pertemuan puncak bulan Desember itu. Yuri Ushakov, pembantu bidang kebijakan luar negeri Putin, saat itu mengatakan bahwa kegiatan ekonomi bersama akan berlangsung sesuai hukum Rusia.

Setelah pertemuan puncak bulan Desember itu, Perdana Menteri Abe berulang kali mengatakan bahwa kegiatan ekonomi bersama harus dilakukan tidak di bawah hukum Jepang atau Rusia, namun di bawah kerangka kerja khusus, yang akan dipatuhi oleh pebisnis Jepang dan Rusia. Apakah kedua pihak dapat menyelesaikan masalah hukum, akan menjadi fokus pertemuan puncak Abe-Putin di Rusia.

Selain itu, beberapa kemajuan juga diperkirakan dicapai atas program kerja sama ekonomi 8 poin yang diusulkan Perdana Menteri Abe selama pertemuan puncak dengan Presiden Putin bulan Mei tahun lalu. Terutama bagi Jepang yang miskin sumber daya alam, kerja sama terkait energi masih menjadi hal yang penting. Kedua pemimpin juga diperkirakan akan bertukar pikiran mengenai ketegangan yang meningkat di Semenanjung Korea. Jepang sangat khawatir terkait situasi terkini. Rusia tidak punya daya tawar sebanyak Cina atas Korea Utara, namun secara sejarah Rusia punya hubungan yang akrab dengan kepemimpinan Korea Utara. Bisa saja Perdana Menteri Abe meminta kerja sama Presiden Putin dalam menempatkan tekanan atas rezim Korea Utara yang tak terprediksi.

Penjelasan Valery Kistanov, Kepala Pusat Kajian Jepang pada Institut Kajian Timur Jauh, Akademi Sains Rusia, dalam Tinjauan hari ini.
Comments


EmoticonEmoticon