Gus Dur: NU itu Syi’ah minus Imamah

Gus Dur: NU itu Syi'ah minus Imamah - Salah satu pernyataan Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid yang dianggap cukup kontroversial adalah pernyataan bahwa "NU itu Syi'ah minus Imamah atau Syi'ah itu NU plus Imamah".

Gus Dur

Pernyataan ini kerap kali dikutip dalam situs-situs Syi'ah seperti syiahali.wordpress.com , dialogsunni-syiah.blogspot.com, misykat.net dan sebagainya [1] untuk memberikan kesan seolah tidak ada perbedaan berarti antara Sunni dan Syi'ah, lebih spesifik antara NU dan Syi'ah, dalam hal ajarannya.  Seolah persoalan imamah hanya soal sepele.

Pernyataan Gus Dur ini juga diblow-up melalui Wikipedia bahasa Inggris [2] "Nadhatul Ulama (NU) is like Shiite minus Imamah; similarly Shiite is NU plus Imamah". dan beberapa situs lainnya.

Persoalan imamah dikesankan tidak memiliki implikasi yang berarti, padahal dari persoalan imamah inilah yang membuat jurang perbedaan antara Sunni dan Syi'ah. Oleh karena itu, pernyataan Gus Dur sejatinya adalah pernyataan tegas bahwa NU memang beda dengan Syi'ah.

Terkait persoalan Imamah ini, Ust. Muhammad Idrus Ramli (Pakar Aswaja-NU Jawa Timur) menjelaskan sebegai berikut : [3]

"..kata Gus Dur "NU itu Syi'ah minus Imamah", tetapi masalahnya persoalan Imamah ini berpengaruh terhadap SEMUA ajaran Syi'ah. Akibat dari persoalan Imamah, rukun Iman Syi'ah berbeda dengan Ahlussunnah (Aswaja) karena imamah dalam Syi'ah menjadi bagian dari rukun Iman.

Akibat persoalan Imamah, rukun Islamnya juga beda, karena masuk dalam rukun Islam yang disebut dengan Wilayah; Syahadatnya juga ada tambahan; adzannya juga berbeda.

Akibat persoalan Imamah, didalam kitab-kitab Syi'ah banyak riwayat yang menganggap tidak percaya pada keaslian al-Qur'an. Akibat persoalan Imamah, orang-orang Syi'ah sejak beberapa abad yang lalu menganggap putri Nabi hanya Sayyidah Fathimah Az-Zahra saja, sedangkan Sayyidah Ruqayyah, Zainab dan Ummu Kultsum tidak dianggap putri Nabi, hanya dianggap anak tiri. Dan ini yang diikuti oleh Ketua Umum Dewan Syuro IJABI (Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia) Jalaluddin Rahmat dalam bukunya Al Mustafa.

Jalaluddin Rahmat mengatakan Zainab, Ruqayyah dan Ummu Kultsum, istri Khalifah Utsman bukan putri Nabi tetapi anak tiri, putri Khadijah dari suami sebelumnya. (Katanya) Itu berdasarkan data dari kitab Nasabu Quraisy karangannya Imam Mush'ab bin Abdullah Az-Zubairi. Tetapi setelah di cek didalam kitab tersebut, Ruqayyah, Zainab dan Ummu Kultsum dikatakan semuanya putri Nabi, ternyata Jalaluddin Rahmat berbohong.

Jadi, meskipun perbedaan Aswaja dengan Syi'ah hanya persoalan Imamah, tetapi pengaruhnya sangat luar biasa. Yang lainnya terseret disebabkan persoalan imamah ini dan ini menjadi problem.

Imamah (Syi'ah) sendiri didalam al-Qur'an tidak ada dasarnya. Imamah dalam Syi'ah termasuk ajaran qath'i, tetapi tidak ada dasarnya dari nas al-Qur'an.

0 komentar

Posting Komentar