Hemat Kuota ya...

Hemat Kuota ya... - Lagi heboh gara-gara situs Telkomsel berubah jadi Telkomny*t. Eh, rupanya pada gatel ikut-ikutan komentar mbelain si pelaku. Ya.. ya.. namanya curhat turunin harga, sapa yang nggak suka? Saya juga suka kok. Bahkan saya terinspirasi mau nge-hack spanduk warung bebek madura di pengkolan biar jadi murah.

Hemat Kuota

Bai de wei, hebohnya peretasan ini mestinya bikin kita instropeksi diri, apa iya kuota internet operator itu selama ini memang mahal. Kalau nggak cocok harganya kenapa juga masih langganan? Ini kayak logika saya mau pilih taksi atau ojek. Kalau uang saya nggak cukup naik taksi ya naik ojek saja. Toh, tujuannya sama, malah bisa cepetan ojek. Yah, meski soal gengsi dan kenyamanan pasti kalah. It’s okay lah...

Lah kalau memang benci tapi cinta gimana ya? Ini juga kayak punya pacar berbudget mahal suka minta ditraktir makan yang mehong-mehong dan maunya jalan dari mal ke mal, tapi mau mutusin juga susah. Habisnya udah cinta sih...

Nah, daripada ikut puyeng mikirin tarif, coba deh kita diet kuota. Yak, diet kuota ini tujuannya biar sehat. Ada yang ngeluh tiap bulan berkali-kali beli paket kuota internet jadinya jelas pengeluaran jadi besar. Hmm, oke, ini daftar diet kuota ala saya, mau ikut silakan, nggak ikut juga mama alias ‘nggak papa’.

1. Stop debat nyinyir politik yang nggak penting

Yak, memang lagi ngetren tuh. Tiap kali ada berita soal si anu dan si itu hebohnya bukan main. Ada yang bela si anu, ada pula belain si itu. Padahal niatnya hemat kuota juga dengan langsung komen aja tanpa perlu buka link berita terlebih dulu. Tapi namanya juga pendukung militan, jadinya komentarnya nggak nyambung dan bakal jadi bully-an orang lain. Rempong deh.

2. Stop nge-share berita dan video secara membabi buta

Ini versi akut dari gejala nomor 1 di atas. Kalau kamu sudah merasa nggak cukup jadi komentator militan (nggak dibayar pula). Maka tiap kali ada berita dan video yang bisa memojokkan pihak sebelah, segera di-share ke medsos. Niatnya sungguh jahat, bikin pihak sebelah ‘kejang-kejang’. Ealah, padahal belum tentu juga kamu paham isinya atau malah belum baca isinya. Yang penting judulnya bombastis, langsung aja share. Mantap jiwaaa...

3. Stop nge-share meme yang kamu pikir lucu tapi sebenarnya enggak banget

Selera humor orang tuh beragam. Ada yang masuk kategori biasa saja, garing atau memang lucu mutlak. Nah, meme atau gambar lucu kadang tidak dianggap jadi lucu oleh sebagian orang. Jadi hati-hati kalau kamu suka nge-share meme ke medsos atau grup WA, mungkin ada orang lain yang tidak cocok secara konten. Atau malah sebenarnya memang lucu tapi kamu telat banget nge-share-nya. Gambar itu ternyata sudah berbulan-bulan ngetop di medsos dan kamu baru tahu. Hmm...

4. Stop komentar lebay belain klub bola kesayangan

Ini terjadi hampir tiap akhir pekan dan tengah pekan saat Liga Champions. Jika klub kesayangan menang, wow... nge-share beritanya sambil nyindir fans lawan. Puasss rasanya... sambil senyum-senyum sendiri di depan layar gadget. Padahal kalau nggak gitu pun nggak ngaruh juga. Mereka yang kamu banggakan juga tidak kenal kamu. Helooo...

5. Stop atau kurangi copas dari grup sebelah

Grup sebelah memang tak ada habisnya punya bahan informasi atau hal-hal yang perlu di-copas. Saking hebatnya, kadang sebuah info dari grup sebelah bisa balik lagi ke grup itu setelah melanglang buana sekian waktu. Tak jarang pula jari jemari selalu gatal untuk copas and share tanpa mikir panjang beritanya benar atau enggak.

6. Stop kepo-in medsos mantan

Mantan di sini bisa berarti mantan pacar, mantan majikan, mantan teman, mantan artis idola, mantan presiden, sampai mantan gubernur. Meski dalam hati sudah nggak suka, tetap saja selalu ingin tahu kiprah terbaru mereka. Istilahnya kepo.

7. Stop atau kurangi nge-youtube berlebihan

Sudah tahu nggak sih kalau nonton youtube memang boros kuota. Atau tahu nggak sih biar rada irit bisa pakai mode offline? Nah, kalau belum tahu ya wajar saja kalau ngeluh kuota mahal dan cepat habis.

8. Stop selfie di tempat wisata tapi yang kelihatan cuma muka kamu saja

Bangganya yang bisa traveling ke mana saja. Apalagi musim libur begini. Dan hal yang paling serta kekinian adalah foto selfie di tempat-tempat yang lagi happening. Tapi, lho.. kok semua foto yang kamu share isinya penuh muka kamu? Caption atau setelan lokasinya sih bilangnya di taman anu, tapi kok backgroundnya pohon biasa yang mirip di belakang rumah? Nah, sepertinya ada peluang bisnis nih kursus selfie supaya backgroundnya jelas.

Sekian.

0 komentar

Posting Komentar