Hasil Pertemuan Puncak AS-Cina - HadaCircle

Selasa, April 11, 2017

Hasil Pertemuan Puncak AS-Cina

Hasil Pertemuan Puncak AS-Cina - Dalam Tinjauan hari ini, Profesor Fumiaki Kubo dari Fakultas Hukum Universitas Tokyo akan menjabarkan mengenai pertemuan puncak dua hari antara Amerika Serikat (AS) dan Cina di Florida, akhir pekan lalu.

AS-China

Profesor Kubo ingin membawa sorotan pada kenyataan bahwa AS jadi melakukan pemboman Suriah selama pertemuan puncak itu. Dengan kata lain, AS tidak mengekang dari melakukan serangan itu karena mempertimbangkan Cina. Bahkan, mengejutkan Xi Jinping bisa menjadi bagian dari rencana AS. Para politisi Cina benci kejutan. Pihak AS paham bahwa Cina pasti akan memandang serangan AS pada Suriah sebagai turut campur dalam urusan dalam negeri negara lain, sesuatu yang paling dibenci Cina. Pihak AS amat paham mengenai kecenderungan Cina tersebut, namun tetap melakukan serangan itu. Sebagai hasilnya, serangan itu mengakibatkan Cina kehilangan muka.

Dengan serangan itu, Trump mengirimkan pesan bahwa ia siap untuk mengambil langkah tegas dan tidak akan ragu untuk menggunakan kekuatan, tidak seperti pendahulunya, Barack Obama. Melalui pesan ini, ia menekan Xi untuk bekerja sama dalam menghentikan pengembangan rudal nuklir Korea Utara. Patut dicatat bahwa Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan setelah pertemuan puncak itu, bahwa Xi telah mengutarakan pemahaman terhadap tanggapan AS karena adanya kematian anak-anak. Ini bisa berarti Xi mengalah terhadap AS.

Bagi Cina, pertemuan puncak itu punya dua makna besar. Pertama, Cina berhasil bertemu dengan presiden baru AS pada waktu yang relatif dini. Kedua, Cina dapat menunjukkan kepada rakyatnya bahwa negara itu berhasil mempertahankan hubungannya dengan AS pada level tertentu. Namun Profesor Kubo merasa bahwa kali ini, AS mengambil inisiatif dan mencoba menunjukkan arah hubungan baru AS-Cina. Di sisi lain, Cina tetap agak pasif.

AS diperkirakan akan segera serius memulai apa yang disebut boikot kedua, yaitu sesuatu yang negara itu belum coba dalam skala besar. Negara itu menerapkan sanksi pada perusahaan-perusahaan di negara ketiga yang melakukan bisnis dengan Korea Utara. Pastinya, perusahaan semacam itu kebanyakan adalah dari Cina. Jadi menerapkan sanksi pada perusahaan-perusahaan itu dapat mengakibatkan ketegangan antara AS dan Cina. Jika pemerintah Cina mendesak perusahaan-perusahaan itu untuk menghentikan bisnis dengan Korea Utara, maka hubungan AS-Cina akan bergerak ke arah yang baik. Perhatian kini difokuskan pada bagaimana Cina berubah dalam menangani Korea Utara.

Demikian Tinjauan hari ini.
Comments


EmoticonEmoticon