Perkiraan Hasil Pemilihan Lanjutan Presiden Prancis

Perkiraan Hasil Pemilihan Lanjutan Presiden Prancis - Putaran kedua pemilihan presiden Prancis pada tanggal 7 Mei nanti adalah pertarungan antara Emmanuel Macron dan Marine Le Pen. Kedua calon tidak berasal dari salah satu partai politik tradisional Prancis.

French

Dalam Tinjauan hari ini, Nabil Wakim, mantan kepala unit politik harian Prancis Le Monde menyampaikan analisisnya mengenai hasil putaran pertama pemilihan, beserta perkiraan untuk putaran kedua.

Menurut Wakim, hasil putaran pertama pemilihan presiden membawa pengaruh yang signifikan. Ini adalah pertama kalinya para calon yang lolos tidak berasal dari dua partai politik besar yaitu Partai Sosialis dan Partai Republik. Kedua partai hingga sekarang mendominasi perpolitikan di Prancis.

Dengan kata lain, yang masuk dalam putaran akhir pemilihan presiden Prancis adalah dua orang calon yang bukan arus utama, yang tidak berasal dari partai manapun yang sebelumnya pernah menguasai pemerintahan. Ini sama sekali tidak diperkirakan, namun harus diterima.

Jajak pendapat yang dilakukan pada 25 April mengisyaratkan Macron akan mendapatkan sekitar 60% suara di putaran kedua ini. Ini berarti bahwa Le Pen mungkin akan memperoleh sekitar 40%. Berbeda dengan perkiraan sebelumnya, Front Nasional yang dipimpin Le Pen, mendapatkan peningkatan dukungan. Dengan kata lain, kampanye partai-partai lain seperti Partai Republik, partai apapun selain Front Nasional, tidak bergema di tengah pemilih.

Lalu apakah mungkin Marine Le Pen mendapatkan suara melebihi 50%?

Menurut Wakim, akan sulit. Ia mungkin menang setidaknya sebanyak suara yang diperolehnya di putaran pertama. Namun tetap saja masih kurang. Agar menang dalam putaran kedua ini, Le Pen perlu suara dua kali lipat dari suara yang diperoleh di putaran pertama. Namun melihat kondisi saat ini, tampaknya sulit. Tetapi jika partisipasi pemilih rendah, masih ada kemungkinan ia memenangi putaran kedua ini.

Dengan kata lain, jika banyak orang Prancis tidak pergi ke TPS pada 7 Mei, maka batas kemenangan putaran kedua akan rendah. Jika sekitar 12 juta, maka Le Pen yang meraih lebih dari 7,5 juta di putaran pertama akan dapat mencapai jumlah tersebut. Karena itu, menurut Wakim, kemungkinan Le Pen untuk menang bukanlah tertutup sama sekali, tetapi kemungkinannya tidak begitu besar.

Demikian Tinjuan hari ini, berisi pemaparan Nabil Wakim, mantan kepala unit politik di harian Prancis Le Monde, mengenai analisisnya terhadap pemilihan presiden Prancis.

0 komentar

Posting Komentar