Provokasi Lanjutan Korea Utara

Provokasi Lanjutan Korea Utara - Dalam Tinjauan kali ini Profesor Hideshi Takesada dari Pasca Sarjana Universitas Takushoku mengulas tentang situasi yang meliputi Korea Utara.

North Korea Flag

Menurut Takesada, Korea Utara melakukan uji coba nuklir dan meluncurkan rudal balistik bukan karena dalam kondisi tersudut tetapi karena adanya peningkatan kepercayaan diri atas kemampuan teknologinya.

Pemimpin Korea Utara muncul di depan media asing dan difoto. Hal itu memiliki makna bahwa Korea Utara tidak ragu-ragu untuk membiarkan AS mengetahui keberadaan Kim di Pyongyang. Amerika Serikat dan Korea Selatan menggelar latihan dengan rancangan untuk membunuh Kim saat melakukan latihan militer gabungan. Tetapi tampaknya Korea Utara tidak memercayai bahwa rancangan tersebut akan benar-benar dijalankan.

Sidang Majelis Tertinggi Rakyat Korea Utara mengaktifkan kembali Komisi Diplomatik untuk pertama kalinya dalam 19 tahun terakhir. Itu adalah tanda bahwa negara ini berharap untuk memperbaiki hubungan luar negerinya, kata Takesada.

Perhatiannya sekarang berpusat pada bagaimana Cina dan Rusia turut campur. Cina pasti merasa tidak nyaman karena melihat sebuah kapal induk AS berlayar ke utara di dekat perairan Cina, melewati Kepulauan Senkaku di Laut Cina Timur dan memasuki Laut Jepang. Menurut Takesada, Cina menjadi semakin simpati terhadap Korea Utara sebagai imbas dari kesebalannya atas pameran kekuatan yang secara gamblang ditunjukkan oleh Amerika Serikat. Oleh karena itu, kemungkinan besar Cina akan berupaya membela Korea Utara hingga pada tahap tertentu sambil bertindak sebagai penengah.

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin tetap konsisten untuk mengejar pembangunan ekonomi di kawasan pesisir Timur Jauh dengan memanfaatkan posisi geografis Korea Utara. Pada bulan April 2014, Rusia menghapus utang sebesar 10 miliar dolar dari total pinjaman sebesar 11 miliar dolar kepada Pyongyang. Menurut Takesada, pemerintahan Putin sangat berpotensi untuk memberi pengaruh terhadap Korea Utara.

Takesada menilai, Jepang bisa menggelar pertemuan puncak dengan Rusia dan mendesak negara itu untuk memenuhi tanggung jawabnya guna mengatasi ketegangan. Jepang memiliki peran dalam membantu negara-negara Asia Timur mengatasi krisis yang ada saat ini.

Pada tanggal 10 Mei setiap tahunnya, ratusan ribu prajurit Tentara Rakyat Korea menurunkan senjatanya dan membantu para petani menanam benih padi. Hal itu dilakukan karena tanpa bantuan militer, produksi beras Korea Utara akan mengalami gangguan besar. Pada masa ini, kesiapansiagaan perang Korea Utara menjadi sedikit longgar.

Sekarang adalah waktunya bagi semua pihak untuk membahas upaya diplomatik yang dibutuhkan. Dengan hanya meningkatkan kewaspadaan atas kemungkinan perang dinilai tidak cukup, kata Takesada.

0 komentar

Posting Komentar