Pertemuan Puncak AS-Cina

Pertemuan Puncak AS-Cina - Dalam Tinjauan hari ini, kami akan menyimak penjabaran Profesor Masaharu Hishida dari Fakultas Hukum Universitas Hosei, mengenai pandangan Cina terhadap pertemuan puncak Amerika Serikat (AS) & Cina yang akan diselenggarakan di negara bagian Florida, AS, mulai tanggal 6 April.

AS - Tiongkok

Kemungkinan besar, pikiran Presiden Cina Xi Jinping akan lebih terfokus pada politik dalam negeri daripada diplomasi luar negeri, menjelang Kongres Partai Komunis di musim gugur. Prof. Hishida merasa Xi berencana untuk mencurahkan seluruh energinya, terutama dalam urusan personel di kongres tersebut. Jika Xi bisa mendapatkan pengakuan AS pada pertemuan puncak AS-Cina mendatang, bahwa kedua negara itu adalah kekuatan besar yang setara, hal itu akan menunjukkan kapabilitas kepemimpinan Xi. Presiden Cina itu pasti merasa hal itu akan menjadi nilai plus besar dalam aspek politik dalam negeri juga.

Prof. Hishida meyakini target terdepan Xi adalah untuk menunjukkan kemajuan dalam hubungan kerja sama antara AS dan Cina, melalui sikap hubungan baik dengan Presiden AS Donald Trump yang mewakili faktor tak terduga dalam komunitas internasional.

Trump menyebut isu Korea Utara sebagai "hal inti pada garis depan". Bisa dikatakan, bagi pihak AS, apakah dapat membuahkan tindakan Cina atau tidak, akan menjadi faktor yang menentukan kesuksesan atau kegagalan pertemuan puncak kal ini.

Sejalan dengan sanksi resolusi PBB, Cina telah menghentikan impor batu bara dari Korea Utara sejak pertengahan Februari hingga akhir tahun ini. Perhatian kini tertuju pada apakah AS akan dapat membuat Cina melakukan tindakan lebih jauh lagi. Tindakan yang diperkirakan dapat diambil Cina, termasuk pengumuman untuk mendorong sanksi atau pengawasan perusahaan Cina yang melanggar sanksi PBB, seperti misalnya mengekspor bahan kimia bagi mesin sentrifugal ke Korea Utara. Cina kemudian dapat meminta AS untuk menyediakan bukti jelas pelanggaran korporasi, serta menekankan kerja sama antara AS dan Cina.

Tampaknya pertemuan puncak AS-Cina mendatang akan berakhir tanpa indikasi oleh Cina mengenai langkah-langkah baru yang diharapkan oleh pihak AS. Keduanya tampaknya akan mengeluarkan pernyataan bersama mengenai kerja sama luas antara kedua negara, menjelang pertemuan para menteri Dewan Keamanan PBB yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini untuk membahas isu rudal nuklir Korea Utara.

Dalam isu perdagangan dan perniagaan, Presiden Trump pada akhir bulan lalu mengeluarkan perintah eksekutif baru untuk mengurangi defisit perdagangan, dengan meminta Cina untuk memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan bilateral.

Pihak Cina tampaknya akan mendebat kontribusi besar Cina bagi ekonomi AS. Cina akan menyebutkan bahwa 40 persen dari surplus Cina dalam perdagangan dengan AS dikarenakan perusahaan-perusahaan AS di Cina, serta investasi dan perdagangan antara kedua negara, menciptakan 2,6 juta pekerjaan di AS pada tahun 2015. Prof. Hishida merasa, Presiden Xi akan menyebutkan bahwa pembangunan ekonomi Cina akan mengiringi kenaikan permintaan bagi produk-produk AS, serta juga menyatakan pentingnya kerja sama ekonomi antara kedua negara.

Demikian Tinjauan hari ini.

0 komentar

Posting Komentar