Rapat DK PBB Terkait Serangan AS di Suriah

Rapat DK PBB Terkait Serangan AS di Suriah - Amerika Serikat dan Rusia saling berargumen dalam sebuah pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat (07/04/2017) terkait serangan rudal AS terhadap sebuah pangkalan militer Suriah.

Dewan Keamanan PBB

Deputi Duta Besar Rusia untuk PBB Vladimir Safronkov menuduh AS melakukan agresi tersebut dengan tanpa adanya bukti bahwa pemerintah Suriah yang bertanggung jawab atas serangan senjata kimia sebelumnya di pekan ini. Rusia mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Safronkov mengatakan serangan rudal AS terhadap fasilitas dan perlengkapan angkatan udara Suriah hanya akan membuat Rusia kesulitan dalam memerangi teroris di Suriah.

Duta Besar AS Nikki Haley menyatakan AS tidak akan tinggal diam saat senjata kimia digunakan, dan bahwa mencegah penyebaran dan penggunaan senjata seperti itu merupakan kepentingan keamanan nasional yang penting. Haley menambahkan bahwa "kami bersiap untuk melakukan lebih banyak hal namun kami harap hal itu tidak perlu dilakukan".

Kapal-kapal AS menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke pangkalan udara Suriah di Provinsi Homs, Suriah tengah, pada hari Jumat waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengatakan itu merupakan respons terhadap serangan senjata kimia yang menewaskan 72 warga sipil di kota yang dikuasai oleh kubu anti-pemerintah tersebut.

Di antara negara anggota Dewan Keamanan PBB, Inggris, Prancis, dan Jepang mengutarakan dukungan atau pengertian atas serangan udara AS itu. Sementara Cina dan negara-negara Amerika Latin mengutarakan keraguan mengenai keabsahan serangan tersebut.

0 komentar

Posting Komentar