Saatnya Menyadari Pentingnya Pendidikan Pesantren

Saatnya Menyadari Pentingnya Pendidikan Pesantren - Dulu saya selalu berpikir bahwa Pesantren adalah tempat bagi anak-anak bandel yang orang tuanya sudah tak sanggup lagi mendidik. Di Pesantren itu selalu digebrak-gebrak dengan kekerasan. Namun,sekarang ceritanya tidak seperti itu. Pesantren kini tak ubahnya sekolah umum yakni tempat orang menuntut ilmu seperti halnya di sekolah-sekolah.

Pesantren

Tiga tahun yang lalu, saya masuk Pesantren. Bukan karena saya adalah anak bandel yang sampai orang tua tak sanggup lagi untuk mendidik saya. Bukan juga karena saya keturunan Kiyai atau Ustadz yang diharuskan meneruskan dakwahnya. Tapi karena saat itu saya menyadari bahwa saya harus masuk Pesantren di zaman yang hampir merusak generasi ini. Bukan sekadar masuk. Tapi juga mengaji dan mengkaji ilmu-ilmu Allah.

Mengapa saya katakan sekarang adalah zaman yang hampir merusak generasi. Kita bisa melihat sendiri, dengan mata kita sendiri. Kita bisa mendengar sendiri, dengan telinga kita sendiri. Bahwa zaman sekarang, kejahatan sudah dimana-mana, pelaku zina sudah terang-terangan, tempat-tempat maksiat pun lebih ramai daripada tempat ibadah. Saya yakin, insyaallah kita semua menyadari akan hal-hal tersebut. Namun, yang menjadi sebuah pertanyaan adalah apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi itu.

Tentu, untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah dengan menjaga diri kita sendiri dan keluarga agar tidak terjerumus oleh rusaknya zaman yang merusak generasi.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an surah AtTahrim ayat 6: "Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu."

Lalu bagaimana cara kita menjaga diri agar tidak terjerumus ke dalam jurang yang salah. Banyak sekali hal-hal yang harus kita lakukan. Yang salah satunya (menurut saya) adalah dengan mendekatkan diri kepadaNya. Karena dengan mendekatkan diri padaNya, mempelajari ilmu-ilmuNya,insyaallah kita akan terjaga dari ancaman zaman saat ini.

Setidaknya seperti itu, dan perlu saya sampaikan bahwa tulisan ini bukanlah tulisan ceramah yang isinya hanya mengingatkan para pembaca padaNya. Lebih daripada itu, saya menulis ini adalah karena saya ingin membuka pikiran pembaca tentang Pesantren. Sungguh, apa yang dulu ada dipikiran saya tentang eksistensi Pondok Pesantren, yang kalau diperumpamakan layaknya ‘penjara’ bagi anak-anak nakal agar prilakunya kembali baik, sama sekali tidak benar. Pesantren itu sangat bagus untuk pendidikan kita saat ini. Tidak ada kekerasan di Pesantren. Semua yang diajarkan Kiyai kepada santrinya di Pesantren adalah sebuah pendidikan yang tidak akan ditemukan di sekolah-sekolahumum.

Mengapa saya katakan demikian, karena saya telah menonton berita-berita di televisi. Sangat ironi sekali ketika seorang guru di sekolah umum mencubit muridnya yang melakukan pelanggaran, lantas si murid melaporkan guru dengan tuduhan kekerasan. Bahkan lebih ironi lagi, ada murid yang sampai membunuh gurunya. Bahkan ada yang lebih mengerikan lagi, ada anak yang berani membunuh ibu kandungnya sendiri. Sangat memprihatinkan, namun, perlu anda tahu. Bahwa berita-berita tersebut tidak pernah kita dengar terjadi di Pesantren.

Mengapa ketika seorang Kiyai mendidik santri dengan mencubit, menjiwir, dan sebagainya tidak pernah ada berita yang seperti terjadi di sekolah-sekolah umum. Itu karena santri itu mengaji. Santri itu paham betul bagaimana penting dan wajibnya memiliki rasa hormat dan cinta kepada guru dan orang tua. Itulah menurut saya yang dapat menjadi alasan. Dengan kejadian-kejadian itu, mungkin sudah saatnya bangsa ini menyadari akan pentingnya pendidikan Pesantren disamping pendidikan formal.

Pemerintah dalam hal ini, saya rasa ada bagusnya kalau menerapkan kurikulum wajib Pesantren. Mekanismenya cukup sederhana. Pemerintah melalui sekolah mewajibkan anak didiknya untuk mondok di Pesantren-pesantren yang berada di dekat lingkungan sekolah tersebut. Dengan begitu, anak didik tersebut hanya memiliki dua kegiatan. Sekolah dan Pesantren. Jika keduanya bersinergi, insyaallah karakter dari si anak didik akan terbentuk menjadi karakter yang baik, jujur, disiplin, taat dan patuh pada guru dan cinta pada orang tua.

Pesantren yang mengajarkan ilmu agama agar si anak didik paham dan mengenal islam dengan baik. Dan sekolah umum yang mengajarkan ilmu dunia agar si anak didik tidak ketinggalan zaman. Dalam masalah mendidik kedisiplinan, saya yakin di Pesantren dan di sekolah umum sama-samamenerapkannya. Dengan demikian, cita – cita bangsa akan tercapai. Bukan hanya membentuk generasi yang cerdas, namun juga berakhlaq karimah.

0 komentar

Posting Komentar