Serangan Rudal AS atas Pangkalan Militer Suriah

Serangan Rudal AS atas Pangkalan Militer Suriah - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan rudal atas sebuah pangkalan udara Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia di kawasan yang dikuasai kubu anti-pemerintah.

USA

Pentagon mengungkapkan bahwa 59 rudal jelajah Tomahawk diluncurkan pada hari Jumat (07/04/2017) pagi waktu setempat, dari kapal perusak USS Porter dan USS Ross di Laut Mediterania Timur. Rudal-rudal tersebut menghantam Pangkalan Udara Shayrat di Homs.

Ini merupakan serangan AS yang pertama atas pasukan pemerintah Suriah sejak perang saudara pecah di negara itu di tahun 2011.

Saat mengumumkan serangan AS tersebut, Presiden Trump mengatakan "Diktator Suriah Bashar al-Assad telah melakukan serangan senjata kimia yang mengerikan atas warga sipil yang tidak berdosa dengan menggunakan zat saraf mematikan". Trump menyebutkan bahwa upaya untuk mencegah dan menangkal menyebarnya penggunaan senjata kimia mematikan, termasuk dalam kepentingan keamanan nasional AS.

Para pejabat keamanan AS meyakini bahwa pesawat Suriah dari Shayrat yang melancarkan serangan senjata kimia atas kota yang dikuasai pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, pada hari Selasa (04/04/2017). Mereka menduga bahwa zat saraf mematikan seperti sarin kemungkinan digunakan pada serangan yang menewaskan sekurangnya 72 orang.

Pemerintahan Assad dan Rusia yang mendukung Suriah, membantah penggunaan senjata kimia. Militer Suriah mengeluarkan pernyataan melalui televisi pemerintah yang menyatakan bahwa serangan AS tersebut mengakibatkan sekurangnya enam korban jiwa dan melukai banyak korban lainnya, dan menyebut serangan itu "aksi agresi terang-terangan".

Juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov menyatakan bahwa Putin menganggap serangan itu sebagai agresi terhadap sebuah negara berdaulat dan melanggar hukum internasional.

AS mengklaim telah terlebih dahulu memberitahu Rusia mengenai serangan tersebut.

0 komentar

Posting Komentar