Situasi Terkait Korea Utara

Situasi Terkait Korea Utara - Akankah Amerika Serikat (AS) melakukan serangan militer terhadap Korea Utara? Pertanyaan itu menjadi perhatian dunia saat ini. Dalam Tinjauan hari ini, Komentator Politik Senior NHK WORLD, Masayo Nakajima, akan menyampaikan analisis mengenai situasi saat ini.

North Korea Flag

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump tidak menyediakan gambaran jelas mengenai apa yang akan mewakili istilah yang disebut "garis merah" yang akan memicu serangan militer. Tetapi, pemerintahan itu telah mengisyaratkan bahwa pihaknya bersiap untuk menggunakan kekuatan militer jika diperlukan, apabila pemerintah Korea Utara meluncurkan rudal balistik antarbenua yang mampu menjangkau daratan utama AS, atau melakukan uji coba nuklir lebih lanjut, karena kedua tindakan akan mewakili ancaman langsung kepada AS.

Perhatian kini tertuju pada tanggal 25 April, apakah Pyongyang akan mengambil langkah provokatif, uji coba nuklir atau peluncuran rudal. Hari tersebut menandai peringatan pendirian tentaranya. Pendapat terpecah atas apakah yang akan menjadi tanggapan pemerintahan Trump. Ini karena penting untuk memandang secara terpisah atas penggunaan tekanan militer, dengan tindakan militer yang sebenarnya. Tekanan militer akan termasuk serangan pencegahan guna meningkatkan daya tawar. Itulah mengapa, sementara sebagian pakar meyakini bahwa provokasi oleh Korea Utara akan langsung memicu tanggapan militer AS, sebagian lainnya merasa bahwa AS pertama akan mencoba untuk membangun konsensus dalam komunitas internasional sebelum mengambil langkah apa pun. Langkah membangun konsensus akan melibatkan AS meminta kerja sama para sekutunya serta juga mengambil langkah diplomatik guna mendapatkan pemahaman Cina dan Rusia. Dari sudut pandang ini, kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang akan datang ke Rusia serta pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin, akan diamati secara cermat. Selain itu, armada penyerang angkatan laut yang dipimpin oleh kapal induk USS Carl Vinson dijadwalkan segera tiba di laut dekat Semenanjung Korea. Sebagian meyakini bahwa unjuk kekuatan ini terutama diarahkan kepada Cina guna menekan Beijing untuk menggunakan pengaruhnya atas Pyongyang.

Di Jepang, semakin banyak orang mengunjungi laman internet pemerintah yang menjelaskan prosedur evakuasi jika terjadi serangan rudal balistik, yang menunjukkan minat masyarakat yang meningkat atas kemungkinan kejadian itu. Pemerintah yang tidak ingin menimbulkan ketakutan yang tidak perlu, mengakui telah mulai mempelajari langkah-langkah spesifik yang akan diambil, guna melindungi warga negara Jepang di Korea Selatan. Tampaknya situasi tegang di Korea Utara mungkin mencapai tahap penting pekan ini.

Dalam Tinjauan hari ini, Komentator Politik Senior NHK WORLD, Masayo Nakajima memberikan ulasannya.

0 komentar

Posting Komentar