Tanggapan AS atas Isu Korea Utara - HadaCircle

Jumat, April 21, 2017

Tanggapan AS atas Isu Korea Utara

Tanggapan AS atas Isu Korea Utara - Tinjauan hari ini menampilkan nara sumber Profesor Madya Ken Jimbo dari Fakultas Manajemen Kebijakan Universitas Keio, menjelaskan pandangannya mengenai bagaimana AS kemungkinan akan menanggapi isu Korea Utara.

https://2.bp.blogspot.com/-Ta9FcmytyqE/WN2QSpRz9hI/AAAAAAAAI1w/xo72B3CXrn0LJr7yepPTx7RAqxA9ZHABgCLcB/s1600/usa.jpg

Menurut Jimbo, pemerintahan Donald Trump memberikan tekanan terhadap Korea Utara, dengan mengatakan AS tetap mempertahankan opsi militer. AS telah mengerahkan sebuah kapal induk, USS Carl Vinson, ke Semenanjung Korea dan melanjutkan latihan militer bersama besar-besaran dengan Korea Selatan.

Pemerintah AS memandang uji coba nuklir dan rudal balistik antarbenua lebih lanjut sebagai batas yang tidak boleh dilanggar Korea Utara. Jika Pyongyang melakukan uji coba tersebut, AS mungkin meluncurkan apa yang disebutnya sebagai "serangan bedah", yaitu serangan dengan sasaran terbatas seperti tempat peluncuran rudal jarak jauh dan fasilitas terkait nuklir.

Tetapi tidak mudah bagi AS untuk menggunakan opsi militer. Korea Utara memiliki kemampuan serang yang kuat dengan senjata konvensional. Jadi, intervensi militer AS pasti akan membawa pada serangan balasan oleh Korea Utara terhadap Jepang dan Korea Selatan.

Jimbo cenderung berpendapat bahwa AS memberikan tekanan terhadap Cina dengan menyatakan opsi militer sebagai satu pilihan. Sebanyak 90 persen perdagangan Korea Utara adalah dengan Cina. Menurut Jimbo, pemerintahan Trump bertujuan untuk membuat Cina lebih serius dalam mempertimbangkan tekanan diplomatik ke Korea Utara dengan menggunakan pengaruh ekonominya.

Jimbo berpendapat ada dua faktor yang mungkin mempengaruhi perkembangan ke depan. Salah satunya adalah sejauh mana Cina akan memperketat sanksi-sanksi ekonomi terhadap Korea Utara, misalnya dengan memberikan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan Cina yang berhubungan dengan Korea Utara, memberi batasan untuk para pekerja Korea Utara di Cina, dan membatasi atau menghentikan pasokan minyaknya, yang merupakan urat nadi bagi Korea Utara. Yang kedua adalah apa yang akan Cina berikan kepada Korea Utara sebagai imbalan jika Korea Utara menghentikan pengembangan rudal dan nuklirnya. Cina mungkin mencabut sanksi-sanksi terhadap Korea Utara atau membuat kesepakatan baru untuk memberi jaminan bagi Korea Utara mengenai rezim Kim Jong Un.

Pemerintahan Trump mengatakan akan menunggu untuk melihat sejauh mana Cina akan menjalankan pengaruhnya terhadap Korea Utara dan bahwa jika tanggapan Cina tidak cukup, pemerintahan Trump akan mengambil aksi bahkan secara sepihak. Kita harus memperhatikan apakah Cina akan mampu memuaskan pemerintahan Trump dengan tanggapannya terhadap Korea Utara. Hal ini lah yang akan menjadi faktor penting saat memikirkan prospek krisis di masa depan.
Comments


EmoticonEmoticon