Target AS di Perundingan dengan Jepang - HadaCircle

Selasa, April 18, 2017

Target AS di Perundingan dengan Jepang

Target AS di Perundingan dengan Jepang - Putaran pertama dialog ekonomi antara Jepang dan Amerika Serikat (AS) akan berlangsung di Tokyo pada hari Selasa (18/04/2017). Dalam Tinjauan hari ini, kami akan menyimak penjabaran dari Asuka Matsumoto, Peneliti Tamu pada Universitas Johns Hopkins mengenai target AS dalam pertemuan itu. Matsumoto adalah pakar dalam politik AS.

https://2.bp.blogspot.com/-Ta9FcmytyqE/WN2QSpRz9hI/AAAAAAAAI1w/xo72B3CXrn0LJr7yepPTx7RAqxA9ZHABgCLcB/s1600/usa.jpg

Presiden AS Donald Trump pada hari pertamanya menduduki jabatan, menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk keluar dari kesepakatan perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP). Ia pasti telah mencari kerangka kerja perdagangan baru sebagai penggantinya.

Satu sektor yang dapat ditargetkan oleh para perunding AS adalah otomotif. Presiden Trump telah mengeluhkan ekspor otomotif AS yang rendah ke Jepang, dengan mengatakan hal tersebut tidak adil. Pada kenyataannya, Jepang telah menghapuskan bea masuk atas mobil-mobil AS. Selain itu, standar keamanan, yang sering disebut sebagai penghalang non-bea masuk, telah dilonggarkan selama perundingan TPP. Namun mengingat hal itu, di Jepang, jalan-jalannya lebih sempit dan para pengemudi lebih menyadari mengenai penghematan bahan bakar karena harga bahan bakar yang tinggi. Ini menyerukan permintaan beragam jenis mobil, namun para produsen otomotif AS hanya melakukan sedikit guna menyesuaikan dengan pasar Jepang. Matsumoto meyakini kurangnya upaya pada sisi produsen AS yang harus disalahkan atas rendahnya ekspor AS.

Namun pemerintah AS tampak paham mengenai hal ini. Bahkan, industri otomotif Jepang tidak disebut dalam Agenda Kebijakan Perdagangan Presiden AS 2017, yang diserahkan ke Kongres bulan lalu. Namun, Trump masih dapat membuat tuntutan berani yang menargetkan pasar otomotif Jepang untuk mengesankan warga AS kelas pekerja kulit putih, yang merupakan basis pendukung pemerintahannya.

Para petani dan peternak AS memberikan tekanan pada Kongres karena mereka punya harapan tinggi bahwa TPP akan mendorong ekspor ke Jepang. Sementara itu Jepang telah sepakat untuk menurunkan bea masuknya atas daging sapi AS dari yang sekarang 38,5 persen menjadi 9 persen selama 15 tahun di bawah TPP. Ini tak akan terwujud jika penarikan diri AS diteruskan seperti direncanakan. Jadi para peternak AS berharap adanya renegosiasi. Matsumoto merasa para pejabat AS dapat menuntut setidaknya tingkat pemangkasan bea masuk yang sama, pada perundingan mendatang. Terdapat kemungkinan mereka akan meminta lebih banyak lagi.

Selain itu, ada pandangan sebelumnya yang mengatakan bahwa pihak AS akan menekan Jepang untuk membuat konsesi. Namun situasinya telah berubah karena langkah AS baru-baru ini terhadap program pengembangan nuklir Korea Utara. Menurut Matsumoto, dengan mendesak Jepang terlalu keras dan membahayakan hubungan bilateral mungkin tidak mengutungkan bagi kepentingan AS.

Dalam berbagai perundingan, pemerintahan Trump cenderung pertama-tama membuat tuntutan berani kemudian menurunkannya dengan berlangsungnya perundingan. Penting bagi para pejabat Jepang untuk mengekang diri dari bereaksi berlebihan.

Demikian Tinjauan hari ini.
Comments


EmoticonEmoticon