Analisis Pemilihan Presiden di Iran

Analisis Pemilihan Presiden di Iran - Iran akan menggelar pemilihan presiden pada Jumat, 19 Mei mendatang. Dalam Tinjauan hari ini, kami akan mendengarkan komentar Dr. Mohsen Eslami, Asisten Profesor Hubungan Internasional di Universitas Tarbiat Modares di Teheran, mengenai pemilu yang akan datang tersebut.

Pemilu Iran

Menurut Dr. Eslami, tiga dari enam kandidat yang mencalonkan diri saat ini adalah pihak moderat yang mengupayakan dialog dengan masyarakat internasional. Rouhani yang tengah mengusahakan masa jabatan kedua merupakan salah satu kandidat tersebut. Di sisi lain, kubu garis keras konservatif yang menjauhkan diri dari masyarakat internasional, seperti mantan jaksa agung Ebrahim Raisi dan walikota Teheran Mohammad Bagher Ghalibaf namanya sudah dikenal luas.

Presiden Rouhani telah bersumpah untuk mempertahankan kebijakan yang ia tetapkan selama empat tahun terakhir. Secara khusus, dirinya berjanji untuk mencapai pertumbuhan ekonomi lebih lanjut dengan mempertahankan kesepakatan nuklir dan maka dari itu membuat Iran bebas dari sanksi. Ia ingin memenangkan masa jabatan kedua agar dirinya dapat mempererat hubungan ekonomi dengan masyarakat internasional. Namun fokus terbesar kampanye pemilu adalah masalah ekonomi dalam negeri. Menurut Dr. Eslami, Rouhani perlu untuk memberikan para pemilih langkah-langkah nyata guna mengatasi inflasi dan pengangguran.

Rouhani tidak diragukan merupakan calon kuat di antara para kandidat moderat. Namun sejauh ini, ia bersusah payah memperluas dukungan. Kubu garis keras konservatif yang menentang pemerintahan saat ini juga memiliki masa yang sulit dalam menciptakan momentum. Jadi sulit untuk mengetahui apakah para pemilih akan mempertahankan status quo atau menginginkan perubahan.

Presiden AS Donald Trump telah mengambil langkah tegas terhadap Iran. Apakah hal ini dapat memengaruhi hasil pemilu?

Trump mengeluarkan sebuah perintah eksekutif yang melarang wisatawan dari beberapa negara mayoritas Muslim serta mengatakan hal negatif mengenai kesepakatan nuklir dengan Iran. Menurut Dr. Eslami, tentu saja terdapat suasana anti-Trump di Iran. Namun akhir-akhir ini belum terdengar lagi berita mengenai sikap Presiden Trump terhadap Iran. Dr. Eslami berpendapat hal ini mengisyaratkan bahwa Trump tidak memiliki niat untuk mencampuri urusan dalam negeri Iran maupun memengaruhi pemilu yang akan datang.

Seluruh enam kandidat mengatakan dalam sebuah debat TV bahwa mereka akan mengupayakan dialog dengan dunia. Namun opini mereka terbelah saat membahas tentang bagaimana terlibat dengan masyarakat internasional. Beberapa di antaranya mengatakan mereka akan mengusahakan hubungan terbuka dalam bidang politik dan ekonomi, sementara lainnya menjanjikan pendekatan yang lebih hati-hati dengan prioritas mempertahankan aturan publik serta kepentingan nasional. Kalau para pemilih Iran ingin meningkatkan hubungan dengan masyarakat internasional, hal itu akan diketahui dalam pemilu mendatang.

Demikian Tinjauan hari ini bersama Dr. Mohsen Eslami, Asisten Profesor di Universitas Tarbiat Modares yang berbicara mengenai pemilihan presiden di Iran.

0 komentar

Posting Komentar