Analisis Rancangan Anggaran Presiden AS Trump

Analisis Rancangan Anggaran Presiden AS Trump - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada Senin (22/05/2017) pekan lalu mengungkap rancangan anggaran untuk tahun fiskal mendatang yang dimulai bulan Oktober. Dalam Tinjauan kali ini Wakil Ketua Institut Riset Jepang, Kenji Yumoto, memberikan evaluasinya atas rancangan anggaran tersebut dan tantangan yang akan dihadapi rancangan itu.

Rancangan Anggaran Trump

Yumoto mengatakan, rancangan anggaran terbaru itu mengandung banyak poin yang tidak realistis. Diasumsikan bahwa ekonomi AS akan tumbuh 3 persen pada tahun fiskal 2021 dan akan mempertahankan kisaran pertumbuhannya hingga tahun fiskal 2027. Mengingat bahwa potensi pertumbuhan ekonomi AS saat ini hanya sebesar 1,8 persen maka asumsi tersebut dinilai Yumoto terlalu optimistis. Rancangan anggaran juga menargetkan pendapatan pajak akan meningkat 2 triliun dolar berkat proyeksi pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Rancangan tersebut mengusulkan peningkatan belanja pertahanan sambil mengurangi pengeluaran keseluruhan sebesar 3 triliun 600 miliar dolar dalam 10 tahun mendatang. Tetapi keberatan mengemuka bukan hanya dari oposisi, Partai Demokratik, tetapi juga dari Partai Republik selaku pendukung Trump untuk secara drastis memangkas program asuransi kesehatan Medicaid bagi orang-orang miskin dan pengeluaran untuk kesejahteraan sosial. Patut dicatat bahwa rancangan anggaran presiden ini hanya satu set usulan ke Kongres, selaku pihak yang memiliki hak untuk membuat keputusan. Oleh karena itu, sangat tidak memungkinkan untuk mewujudkan rancangan anggaran Trump sebagaimana yang diusulkan sekarang. Jika presiden berupaya memaksakan rancangan yang ada saat ini ke Kongres, maka akan menimbulkan kebingungan, meningkatkan kemungkinan bahwa anggaran tidak akan keluar pada bulan Desember, tanpa memperhitungkan tahun fiskal yang sekarang.

Para analis pasar memiliki harapan tinggi bahwa pemangkasan pajak besar-besaran dan investasi infrastruktur akan dimasukkan ke dalam rancangan anggaran dan kebijakan semacam itu akan mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi lebih dari satu persen. Akan tetapi Yumoto menilai rancangan yang baru diumumkan tersebut jauh dari harapan. Untuk pemangkasan pajak, tidak ada penjelasan rinci yang disebutkan.

Ada spekulasi bahwa pengurangan pajak akan melampaui 5 triliun dolar. Tetapi spekulasi tersebut sulit dipercaya mengingat rencana pengurangan dikumpulkan berdasarkan proyeksi pajak yang tidak realistis serta usulan pemangkasan belanja yang juga tidak realistis.

Awalnya diharapkan bahwa satu triliun dolar akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur selama satu dekade mendatang. Tetapi kenyataannya, jumlah yang disebutkan dalam rancangan anggaran adalah 200 miliar dolar, yang hanya sebesar seperlima dari proyeksi awal. Pemerintah AS menyatakan akan mengundang investasi dari sektor swasta sehingga jumlah totalnya akan mencapai satu triliun. Tetapi tidak ada yang tahu seberapa besar kesediaan sektor swasta untuk berkontribusi.

Jika anggaran tahun fiskal 2018 gagal diberlakukan pada akhir tahun fiskal sekarang, risiko berhentinya aktivitas pemerintahan akan membesar. Hal itu akan membuat pasar terjerembab dalam kekacauan.