Ayo ke Danau Biwa!

Ayo Pergi ke Danau Biwa! - Roberto Maxwell pergi ke Danau Biwa memenuhi permintaan pendengar asal Brazil, Marcelino Ferreria Silva.

Danau Biwa

Reporter Roberto Maxwell

Danau terbesar di Jepang, Danau Biwa

Danau Biwa terletak di Provinsi Shiga, kira-kira tepat di tengah-tengah Jepang. Ini adalah danau terbesar di Jepang dengan luas seperenam dari keseluruhan wilayah provinsi itu! Bila dilihat dari wilayah yang lebih luas lagi, danau ini berada di kawasan Kinki, yang termasuk Osaka dan Kyoto, dan merupakan sumber air yang penting bagi 14 juta orang di kawasan itu.

Danau Biwa

Roberto:
"Saya berada di pelabuhan ikan Katata di tepi barat Danau Biwa. Lelang baru saja dimulai untuk hasil tangkapan pagi ini. Sekitar 15 pedagang sedang menawar."

Ikan ayu adalah hasil tangkapan terbanyak di Danau Biwa.

Ikan ayu bisa ditemukan di seluruh wilayah di Jepang dan biasanya bermigrasi antara sungai dan laut. Akan tetapi mayoritas ikan ayu di Danau Biwa, memang hampir sepanjang hidupnya tinggal di danau ini. Kami meminta seorang nelayan Katata agar membawa kami keesokan paginya untuk melihat bagaimana ikan itu ditangkap.

"Eri-ryoo" berawal 1.500 tahun lalu

Ini adalah teknik menangkap ikan tradisional Danau Biwa dengan jaring tetap yang dinamakan eri-ryoo. Jaring direntangkan di antara barisan tonggak untuk menangkap ikan yang berenang di dalamnya. Teknik ini memanfaatkan naluri ikan yang berenang di lepas pantai ketika membentur sebuah penghalang.

Danau Biwa

Roberto:
“Ikan ayu berlompat-lompatan di jaring. Ikan-ikan itu berwarna keperakan... ikan yang sangat cantik. Tidak terhitung banyaknya ikan ayu yang terjaring."

Seiji Imai telah 45 tahun menangkap ikan di Danau Biwa. Usianya 62 tahun. Kami dengar hasil tangkapan di Danau Biwa tahun ini sangat sedikit. Lantas bagaimana hasil tangkapan pagi ini?

Imai:
“Ini adalah tangkapan terbanyak kami tahun ini."

Budaya lokal menghargai air

Pendengar kami, Marcelino, menanyakan tentang budaya lokal masyarakat tepi danau. Karena itu, berikutnya kami menuju distrik Harie di kota Takashima, yang terletak di ujung barat laut Danau Biwa. Ini adalah tempat dimana dari zaman dulu hingga sekarang orang-orang memelihara sumber air.

Danau Biwa

Rumah-rumah di distrik Harie memiliki sistem air yang disebut Kabata, yang memanfaatkan mata air alami. Air itu digunakan untuk minum dan mencuci sayuran misalnya.

Ikan koi membuat kolam menjadi bersih. Ikan-ikan itu memakan semua sisa makanan dari penggorengan dan piring. Air di kolam paling bawah yang dibersihkan dengan cara ini oleh ikan koi, kemudian mengalir ke saluran-saluran yang melewati daerah itu dan akhirnya bermuara ke danau.

Asal mula Decchi Yokan terkait dengan para pedagang Omi

Setelah melihat industri perikanannya, sekarang mari kita beristirahat di Omihachiman di pantai di seberang Katata. Omihachiman dikenal sebagai tempat yang melahirkan para pedagang Omi. Omi adalah nama lama Provinsi Shiga dan para pedagang yang berbasis di sini berdagang ke seluruh Jepang.

Diuleni dari tepung gandum dan kacang merah, Decchi Yokan atau jeli kacang manis, dibungkus daun bambu dan dikukus.
Decchi adalah anak laki-laki yang biasanya belajar bekerja di rumah-rumah pedagang atau pengrajin sejak berusia sekitar sepuluh tahun. Decchi yokan lumayan murah bahkan bagi para pekerja magang itu.

Danau Biwa

Roberto:
“Enak sekali. Teksturnya mirip dengan “goiabada” Brazil yang terbuat dari pasta jambu biji, tapi tidak semanis goiabada. Rasa manisnya pas. Rasa pahit dari tehnya dan manis dari jeli kacang decchi yokan menjadikannya perpaduan yang sempurna."

Akses

Jarak antara Tokyo dan Danau Biwa kira-kira 500 kilometer. Pertama Anda harus menempuh perjalanan dua setengah jam menggunakan kereta cepat Shinkansen dari Tokyo ke Kyoto, lalu ganti kereta lokal. Kira-kira sekitar 10 menit kemudian, Anda bisa melihat Danau Biwa dari jendela kereta.

Lihat peta lebih rinci

Danau Biwa

0 komentar

Posting Komentar