Dampak Peluncuran Rudal Korut

Dampak Peluncuran Rudal Korut - Dalam Tinjauan hari ini, Komentator Politik Senior NHK WORLD, Masayo Nakajima, akan menjabarkan mengenai peluncuran rudal Korea Utara di hari Minggu (14/05/2017).

NPT

Diyakini bahwa Korea Utara memilih waktu uji coba peluncuran jenis baru rudal itu saat ini, di tengah meningkatnya tekanan dari komunitas internasional, guna memukau dunia mengenai peningkatan teknologi rudalnya serta guna menekankan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lainnya, bahwa Korea Utara sama sekali tidak berniat untuk menghentikan program pengembangan nuklir atau rudalnya.

Terdapat sedikit keraguan bahwa Korea Utara juga memikirkan pemerintahan Korea Selatan baru di bawah Moon Jae-in. Korea Utara mengambil sikap menunggu dan melihat, sebelum dan pada hari pemilu presiden Korea Selatan tanggal 9 Mei, seperti yang dilakukannya ketika pemilu presiden AS November lalu. Korea Utara menunda hingga pemerintahan progresif yang sudah lama dinantikan dilahirkan untuk pertama kalinya dalam 9 tahun, guna meluncurkan rudal balistik untuk pertama kalinya dalam 15 hari. Korea Utara mungkin juga punya motif terselubung. Negara itu mungkin mencoba untuk mengetahui bagaimana pemerintahan Moon akan bertindak. Moon telah berjanji untuk mengambil posisi bersifat damai terhadap Korea Utara. Pada saat yang sama, Korea Utara mungkin juga memperkeruh suasana guna mencoba untuk meraih inisiatif dalam hubungannya dengan Korea Selatan menjelang langkah untuk mengadakan dialog.

Di sisi lain, Cina pastinya merasa marah dan bingung bahwa Korea Utara meluncurkan rudal pada hari pembukaan acara yang dipandang Cina sebagai konferensi internasional paling penting. Bukan itu saja, peluncuran itu dilakukan beberapa jam sebelum Presiden Cina Xi Jinping menyampaikan pidato. Tetapi, Nakajima tidak meyakini bahwa perkembangan terbaru ini sendiri akan mengguncang Cina dari kebijakan fundamentalnya guna menyelesaikan masalah melalui dialog dan tekanan. Posisi Cina adalah untuk menawarkan peluang bahwa pihaknya akan meningkatkan tekanan guna memaksa Korea Utara untuk menghentikan program nuklirnya. Cina secara sabar akan berkeras dalam upayanya untuk mencoba memaksa Korea Utara mengadakan dialog diplomatik.

Bagi Amerika Serikat, ini adalah peluncuran ketujuh sejak permulaan pemerintahan Presiden Donald Trump. AS semakin terganggu dengan tindakan provokatif Korea Utara. Para pakar mengatakan, peluncuran rudal hari Minggu itu mungkin menandai langkah penting menuju pengembangan rudal balistik antar benua yang dikhawatirkan Washington. Pemerintahan Trump telah mengatakan tidak akan menghilangkan kemungkinan mengadakan dialog dengan Korea Utara, namun perkembangan itu diyakini telah surut untuk saat ini. Pendiriannya adalah untuk terus meningkatkan tekanan diplomatik dan ekonomi, sambil menunggu untuk melihat jika Korea Utara akan mengubah tindakannya atau tidak.

Sekian Tinjauan hari ini.

0 komentar

Posting Komentar