Masa Depan Perjanjian TPP - HadaCircle

Rabu, Mei 24, 2017

Masa Depan Perjanjian TPP

Masa Depan Perjanjian TPP - Para menteri perdagangan dari 11 negara anggota perjanjian perdagangan bebas Kemitraan Trans Pasifik atau TPP menggelar pertemuan di Hanoi, Vietnam pada hari Minggu (21/05/2017). Dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan usai pertemuan, para menteri tersebut menyetujui untuk meluncurkan sebuah proses untuk mengkaji opsi-opsi agar perjanjian ini bisa diterapkan, termasuk kebijakan untuk mendorong Amerika Serikat kembali bergabung dalam pakta ini. Dalam Tinjauan kali ini Junichi Sugawara, Peneliti Senior Institut Riset Mizuho mengulas tentang hasil yang dicapai dalam pembicaraan tingkat menteri ini serta masa depan TPP.

TPP

Sugawara mengatakan, TPP sudah terancam sejak AS mundur dari pakta ini pada bulan Januari lalu. Namun, pembicaraan tingkat menteri yang terbaru, membantu untuk mengambil satu langkah maju menuju penerapan perjanjian. Bagaimanapun tidak ada pembahasan spesifik, sehingga pakta ini masih harus mengatasi tahap paling tersulit sebelum diberlakukan.

Masalah yang paling sulit adalah perselisihan di antara 11 negara penandatangan perjanjian. Beberapa negara ingin pakta ini berlanjut tanpa AS, sementara yang lainnya bersikap hati-hati dan beberapa negara lainnya berupaya untuk mencari jalan lain.

Jepang, Selandia Baru dan Australia berargumentasi bahwa negara-negara anggota harus memberlakukan pakta ini sekarang sambil menunggu AS untuk kembali. Sementara itu Vietnam dan Malaysia menyatakan negosiasi ulang diperlukan jika perjanjian ini diberlakukan tanpa AS. Negara-negara tersebut menyatakan menerima tingkat tinggi liberalisasi dan pembatasan badan usaha milik negara sebagian besar karena ingin mendapatkan akses yang lebih baik ke pasar AS. Sedangkan Cile dan Peru mengusulkan untuk melibatkan pasar besar lain seperti Cina untuk mengganti AS.

Sebelum pembicaraan hari Minggu lalu, Jepang dan Selandia baru berjanji untuk melakukan koordinasi bilateral dalam sebuah pertemuan puncak kedua pemimpin negara. Berkat upaya tersebut, TPP berhasil digairahkan lagi setelah sempat terombang-ambing untuk beberapa waktu setelah AS keluar.

Dalam pandangan Sugawara, yang penting adalah mulai sekarang negara-negara anggota akan melanjutkan upaya untuk mengembalikan AS ke dalam perjanjian ketimbang hanya sepenuhnya berupaya untuk memberlakukan perjanjian dalam kondisi seperti saat ini. Jika bisa mencapai kesepakatan atas satu tujuan yang pada akhirnya mewujudkan pakta 12 negara anggota, maka negara-negara tersebut akan mampu mencari cara untuk mengatasi perbedaan.

Namun, pembahasan terperinci belum dimulai. Sebuah pertemuan para kepala juru runding dijadwalkan pada bulan Juli mendatang dengan Jepang sebagai ketuanya. Proses ini diharapkan bisa dirampungkan pada pertemuan tingkat menteri berikutnya bulan November mendatang yang akan digelar di sela-sela pertemuan puncak APEC. Dengan demikian, enam bulan ke depan atau setelahnya akan menjadi penting untuk menentukan nasib dari perjanjian perdagangan ini, kata Sugawara.
Comments


EmoticonEmoticon