Mengenal Situs Warisan Dunia di Hiraizumi - HadaCircle

Minggu, Mei 07, 2017

Mengenal Situs Warisan Dunia di Hiraizumi

Mengenal Situs Warisan Dunia di Hiraizumi - Rosemary Chiba, wanita kelahiran Inggris yang telah tinggal di Hiraizumi selama 20 tahun, memperkenalkan kekayaan alam dan sejarah kota itu yang baru-baru ini dimasukkan ke dalam situs Warisan Dunia UNESCO.

Hiraizumi

Reporter Rosemary Chiba

Situs Warisan Dunia di Hiraizumi

Hiraizumi adalah sebuah kota berpenduduk kira-kira 8.300 jiwa yang berada di kawasan Tohoku. Kota ini terletak di wilayah selatan Provinsi Iwate. Tanggal 25 Juni, Komite Warisan Dunia UNESCO memasukkan dua kuil Budha dan sejumlah situs di sekitarnya di Hiraizumi ke dalam daftar Warisan Dunia.

Hiraizumi

Kuil Chuson-ji, yang didirikan pada pertengahan abad ke-9, melambangkan sejarah kota ini.
Kuil ini pernah memiliki 40 bangunan, menjadikannya salah satu kuil terbesar di Jepang.

Hiraizumi

Menurut Komite UNESCO, arsitektur dan taman-taman di situs-situs ini menggambarkan Tanah Suci ajaran Budha, menciptakan keindahan khasnya tersendiri di tengah alam subur di sekeliling Hiraizumi.

Berjalan di sekitar Kuil Chuson-ji.

Jalan yang disebut Tsukimi-zaka atau ‘Tanjakan Memandang Bulan’ berjarak sekitar 800 meter mengarah ke pusat kompleks kuil Chuson-ji.

Rosemary Chiba:
‘Tsukimi-zaka ini dipagari pohon-pohon cedar yang berusia lebih dari 400 tahun.’

Kyozo.
Rosemary menyukai tempat ini, yang pernah menjadi tempat penyimpanan ribuan sutra ajaran-ajaran Budha.

Hiraizumi

Konjikido adalah bangunan paling terkenal di Hiraizumi.
Ini adalah anjungan kecil Budha berlapis emas yang sisi-sisinya berukuran 5,5 meter.
Dibangun pada tahun 1124; ini merupakan satu-satunya bangunan yang masih tersisa sejak awal pembangunan kuil Chuson-ji.

Hiraizumi

"Kuil Motsu-ji" masih tetap seperti aslinya sejak dibangun 850 tahun lalu.

Oizumi ga ike merupakan titik pusat taman Kuil Motsu-ji.
Taman ini membentang kira-kira 180 meter dari timur ke barat dan sekitar 90 meter dari utara ke selatan. Perbedaan musim tercermin mempesona di atas lahannya yang dikelilingi pepohonan pinus, maple dan lain sebagainya.

Oizumi ga ike

Panggung di lahan kuil ini adalah tempat digelarnya Ennen no mai atau ‘Tari Panjang Umur’ yang dipertontonkan kepada masyarakat umum setiap bulan Juli. Para biksu kuil ini telah menampilkan tarian tersebut selama ratusan tahun.

Kojun Shirayama:
‘Biksu-biksu di kuil ini telah melestarikan Tarian Panjang Umur serta taman ini selama 850 tahun. Sudah menjadi tugas kami melestarikan situs Warisan Dunia ini, menjaganya sebagai tempat bersantai yang nyaman bagi orang-orang di seluruh dunia.’

Hatto-jiru: Karunia dari tanah subur Hiraizumi

Rosemary menyukai daerah ini karena makanan khasnya yang disebut Hatto-jiru.

Hatto-jiru adalah sup rasa miso atau kecap asin yang berisi potongan kecil adonan yang terbuat dari campuran tepung dan air seperti pasta. Makanan laut dan sayuran yang sedang musim juga dimasukkan ke dalamnya dan direbus dalam kaldu.

Hatto-jiru

Rosemary Chiba:
‘Kelihatannya enak! Baunya juga harum!’

Zaman dulu, seorang wanita kurang memiliki kepercayaan diri di komunitas ini kalau tidak bisa membuat hatto-jiru yang lezat.

Akses

Untuk mencapai Hiraizumi, gunakan kereta Shinkansen Tohoku dari Tokyo sampai Stasiun Ichinoseki. Perjalanannya memakan waktu 2 jam 40 menit. Kemudian dari Stasiun Ichinoseki ganti kereta jalur JR Tohoku menuju Hiraizumi, waktu tempuhnya hanya 8 menit.

Lihat peta lebih rinci

Hiraizumi
Comments


EmoticonEmoticon