Harus Percaya Diri dan Bangga Jadi Warga NU

Harus Percaya Diri dan Bangga Jadi Warga NU - Nahdlatul Ulama (NU) adalah tariqah karena NU ini berkibar dari di seluruh penjuru Indonesia mulai dari Aceh sampai Merauke. Pemahaman ini penting supaya menjadi pengurus dan warga NU bangga dan istiqamah memegang teguh aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah.

Warga NU

Hal tersebut disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin ketika menghadiri peringatan Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW, Hari Lahir (Harlah) Ke-94 NU dan haflatul imtihan di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Ulum Desa Karanganyar Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, Senin (24/4) siang.

“Perlu dipahami oleh seluruh pengurus dan warga NU bahwa amaliah NU itu meliputi Al-Quran, hadits, ijma, dan qiyas. Tetapi hanya orang yang betul-betul bangga terhadap NU yang bisa memahami Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” katanya.

Menurut Hasan, Indonesia saat ini sedang terancam oleh paham radikalisme. Kalau pengurus dan orang NU tidak tahu ijma dan qiyas, tentunya ini merupakan sebuah ancaman yang luar biasa.

“Kepada seluruh warga NU dan pengurus, berkibarnya NU ini karena amaliah dari para ulama pendiri NU. Kalau tidak ada amaliah, maka tidak akan mungkin NU berkibar di seluruh pelosok Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut ia menerangkan pentingnya kebersamaan dalam bingkai Islam rahmatan lil alamin bersama NU. Ternyata perekat kebangsaan sehingga semua warga bisa hidup rukun adalah tariqahnya NU.

“Indahnya kebersamaan dalam bingkai tariqah NU. Jika hal tersebut sudah tertanam kuat dalam diri segenap pengurus NU, maka pastinya akan menemukan ketenangan batiniah,” tegasnya.

Hasan menegaskan bahwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW itu hakikatnya bagaimana ada keseimbangan dalam hidup dengan tidak menistakan anak-anak yatim dan majelis-majelis ilmu.

“Apabila menemui masalah dalam hidup, shalatlah 5 (lima) waktu tepat waktu dan khusyu’. Jangan terburu-buru karena shalat ini berbicara dengan Allah SWT. Kalau urusan dengan Allah saja sudah beres, maka urusan dengan manusia pasti akan beres,” terangnya.

Terkait dengan semakin dekat datangnya bulan suci Ramadhan, Hasan menginstruksikan segenap pengurus NU agar kebiasaan shalat Tarawih yang selama ini tidak baik segera diubah.

“Mari kita manfaatkan peluang itu yang hanya ada di bulan suci Ramadhan. Shalat Tarawih dengan khusyu’, tutup lembaran lama dan buka lembaran baru. Pesan moral yang ingin saya sampaikan, mengevaluasi diri sendiri terkait urusan ibadah itu penting agar tidak terburu-buru dan khusyuk,” pungkasnya.

Sementara Ketua LPI Miftahul Ulum Abdul Malik mengatakan, kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai acara mulai dari sepeda santai, pelepasan ratusan burung merpati hingga festival drumband.

“Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama dalam mencetak generasi muda di masa mendatang,” harapnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Syaifullah, Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis, Ketua MWCNU Bantaran Suparman Maskur didampingi pengurus Ranting NU se-Kecamatan Bantaran serta sejumlah pejabat di Pemkab Probolinggo.

0 komentar

Posting Komentar