Ingin Cepat Kerja, Belajarlah Bahasa Jepang

Ingin Cepat Kerja, Belajarlah Bahasa Jepang - Selain pengalaman kerja, seorang pelamar kerja juga harus membekali dirinya dengan skill yang mumpuni. Di sini saya akan membahas skill atau keahlian yang terkadang belum dimiliki oleh para pelamar kerja. Banyak pelamar kerja ditolak hanya karena tidak memiliki keahlian khusus, contoh kecil, belum menguasai bahasa Inggris dengan baik walaupun hanya dasar. Padahal, saat sekolah sudah diajarkan, tinggal diperdalam seperti mengikuti kursus di luaran.

Bahasa Jepang

Jujur saya sendiri tidak terlalu menguasai bahasa Inggris dengan baik, namun tetap semangat belajar secara otodidak sampai sekarang. Lalu bagaimana bisa tetap bekerja tanpa ada masalah? Kebetulan saja saya bekerja di perusahaan milik Jepang. Tapi jangan salah juga, bahasa Inggris tetap digunakan, namun hanya sebatas komunikasi lewat email. Bisa itu karena terbiasa. Jadi, kalau mau bisa ya harus dipergunakan setiap hari.

Belajar bisa di mana saja, apalagi zaman sekarang dengan adanya medsos. Banyak sekali Fanpage yang mengajarkan berbagai bahasa, seperti bahasa Jepang dan diberikan secara gratis. Seperti peribahasa yang tidak asing di telinga kita, "Di mana ada kemauan, di situ ada jalan". Jadi, tidak alasan lagi kalau mau berusaha.

Saat kita hendak bekerja di sebuah negara, contoh Jepang, syarat bekerja harus bisa bahasa Jepang. Mau ke Korea, syarat bekerja harus bisa bahasa Korea, dan di Jerman syarat bekerja harus bisa bahasa Jerman. Lalu, kenapa sebagian besar expatriate bisa bekerja di Indonesia tanpa harus bisa bahasa Indonesia? Ini adalah pertanyaan yang sering saya dengar.

Sebagaimana kita ketahui, syarat harus bisa berbahasa Indonesia bagi para TKA (Tenaga Kerja Asing) telah direvisi atau dihapus oleh pemerintah. Hal ini bertujuan mendongkrak iklim investasi ke Indonesia. Kalau kita bicara masalah ekonomi memang tidak salah, karena Indonesia butuh investor banyak untuk membangun perekonomian kita agar lebih baik ke depanya. Siapa yang butuh, ia yang harus mengalah, ungkapan tepat menurut saya.

Bukan rahasia umum juga jika orang Jepang agak enggan belajar bahasa Inggris. Dari pengucapannya saja berbeda, juga njelimet ("Totemo mujukashi: sangat susah") kata orang Jepang. Dan celakanya, jika disuruh memilih mau belajar bahasa Inggris atau Indonesia, mereka akan memilih jawaban nomor dua.

Di tempat kerja, mereka para expatriate tetap menggunakan bahasa negara mereka. Bila komunikasi lewat email juga sama. Jika kita mengirimkan email kepada mereka dengan bahasa Inggris, jangan harap mendapat balasan penggunaan bahasa yang sama. Mereka akan tetap menggunakan bahasa Jepang untuk berkomunikasi ke karyawan.

Kalau masih huruf hiragana itu masih mending, lebih sering menggunakan huruf kanji. Kalau sudah begitu, dijamin kelimpungan karena mesti diterjemahkan terlebih dahulu untuk mengetahui artinya. Oleh sebab itu, perusahaan Jepang selalu memiliki beberapa orang interpreter serta translator agar segala komunikasi dan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para karyawan.

Bekasi dan Karawang adalah kota industri terbesar, tempat perusahaan besar yang bergerak di bidang otomotif. Itu sebabnya banyak sekali permintaan japanese interpreter di Provinsi Jawa Barat di mana perusahaan Jepang banyak berdiri.

Jika ditelisik lebih dalam, selain bahasa Inggris, bahasa Jepang juga memiliki peminat yang cukup tinggi untuk dipelajari. Bagi kamu yang masih sekolah, kuliah, belum mendapat pekerjaan, atau yang masih menyandang status pekerja, tidak ada salahnya belajar bahasa Jepang untuk memudahkan kalian mendapat pekerjaan dan kesejahteraan yang lebih baik.

Kalau saya perhatikan dan amati, banyak sekali lowongan pekerjaan dengan syarat mampu berbahasa Jepang. Jangan mengira bahasa Jepang hanya bagi level atas. Llevel operator mesin saja lebih diutamakan yang bisa bahasa Jepang. Tingginya permintaan tenaga kerja yang mampu berbahasa Jepang setidaknya menjadi peluang bagi siapa saja yang memiliki keahlian tersebut.

Tidak mesti harus bisa berkomunikasi dengan lancar, minimal paham sedikit saja itu sudah lebih dari cukup, terutama bahasa di lapangan yang sering digunakan sehari-hari. Jika ingin penguasaan lebih cepat, kita harus sering menggunakanya saat berkomunikasi. Awalnya mungkin canggung, namun lama-kelamaan akan terbiasa juga karena menurut saya bahasa Jepang lebih menarik untuk dipelajari. Belum percaya? Silakan buktikan sendiri.

Di perusahaan tempat saya bekerja, karyawan dari level operator sampai atas diberi kursus bahasa Jepang. Tujuan kursus tersebut bukan semata untuk menguasai bahasa Jepang, namun lebih untuk mengenal budaya dan etos kerja orang Jepang. Dengan begitu, diharapkan karyawan akan paham mengenai budaya, metode, kerja serta pola pikir mereka.

Jadi, kebayang kan bagaimana perusahaan rela mengeluarkan biaya hanya untuk mempelajari bahasa dan budaya mereka. Kalau saya bilang, mereka bukan hanya menyiapkan mesin-mesin cangih untuk dioperasikan, namun juga melakukan peningkatan serta menyiapkan sumber daya manusia yang benar-benar siap serta mampu untuk bekerja dengan baik.

Terbukti juga, kursus bahasa Jepang yang diberikan oleh perusahaan sangat berguna, bukan hanya di tempat kerja, namun untuk diri sendiri ketika tidak lagi bekerja di perusahaan bersangkutan. Setidaknya ini bisa menjadi modal jika hendak mencari perusahaan yang lebih baik ke depannya.

Jadi, jika kamu ingin mencari kerja di Ibu Kota Jakarta, Kota Bekasi, serta Karawang, mulailah belajar bahasa Jepang dari sekarang karena ratusan hingga ribuan lowongan kerja di perusahaan Jepang telah menanti dan siap untuk menerima kamu.

Sigit

0 komentar

Posting Komentar