Parmusi Dukung Pembubaran HTI

Parmusi Dukung Pembubaran HTI - Pembubaran Hizbut Tahrir oleh pemerintah melalui Mentri Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) menuai dukungan dari berbagai lapisan masarakat, PARMUSI (Persaudaraan Muslim Indonesia) Nusa Tenggara Timur melalui ketua wilayahnya mendukung langkah yang diambil pemerintah.

Hizbut Tahrir Indonesia

Abu Lamahoda Ketua Wilayah PARMUSI NTT, menyampaikan “HTI itu adalah Ormas Islam yang berbadan hukum sesuai dengan aturan yang mengatur tentang hidup dan perkembangan Ormas di NKRI ini”

Sebagaimana diketahui, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) di Indonesia sudah memiliki badan hukum, HTI terdaftar di Menkopulhukam tetapi tidak tercatat di Kementrian Dalam Neggri (KEMENDAGRI).

Penjelasan Abu Lamahoda “oleh karena itulah, proses pembubarannya juga mesti didasari pada landasa-landasan yang yang menurut hukum itu tepat dan benar hingga bisa menjadi contoh dan acuan bagi ormas lain untuk tidak malakukan pelanggaran dalam mengkonsolidasikan organisasinya guna mewujudkan tujuan pembangunan nasional diNKRI ini”.

“PARMUSI sendiri sepaham dengan pemerintah organisasi sosial politik ormas dan segala komponen bangsa lainnya, bahwa Pancasila dan NKRI adalah Final dan Harga Mati bagi indonesia yang kita cintai ini”. Tegas Abu Lamahoda

Selain itu, terkait pembubaran HTI, KEMENAG RI (Menteri Agama) Lukman Hakim Saifuddin melalui keterangannya juga menegasakan, bahwa sikap pemerintah pusat terkait pengajuan untuk pembubaran organisasi masyarakat (Ormas) Hizbut Tahrir sudah memiliki banyak alasan sebagai dasar pertimbangan.

Salah satunya yang menjadi dasar, yakni penilaian terhadap HTI yang merupakan ormas gerakan politik. Pandangan ini juga menjadi dasar terkait penanganannya terhadap HTI oleh  Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

HTI dianggap menyimpang dari ketentuan Negara maupun keagaan, NU dan Muhammadiyah secara terbuka mendukung langkah Pemerintah tersebut, bagi dua ormas terbesar di Indonesia ini, Pancasila sudah final melalui konsensus sebagai idiologi Negara.

Negara-Negara di dunia yang menolak Hizbut Tahrir (HT) berkembang, termasuk sejumlah negara dengan mayoritas Islam diantaranya Arab Saudi, Malaysia, Banglades, Mesir, Turki, dan Pakistan. di Negara Malaysia dengan tegas menololak keberadaan Hizbut Tahrir, dan dianggapnya sebagai kelompok yang menyimpang.

0 komentar

Posting Komentar