Izumo, Negeri Dongeng - HadaCircle

Selasa, Mei 16, 2017

Izumo, Negeri Dongeng

Izumo, Negeri Dongeng - Izumo terkenal akan kuil-kuil tuanya yang berusia lebih dari seribu tahun dan banyak cerita legenda yang berkaitan dengan kuil-kuil itu.

Kita berangkat untuk menemukan daya tarik Izumo, sebuah negeri dongeng.

Izumo

Reporter Adel Eldesouki

Kuil Agung Izumo Taisha, Simbol Negeri Dongeng

Jalanan menuju kuil melewati pepohonan pinus ini dilapisi bebatuan kerikil. Menyusuri jalan ini, akhirnya kita sampai di tempat para peziarah membasuh tangan.

Kuil Izumo Taisha

Adel:
“Dalam ajaran Islam, kami juga membasuh beberapa bagian tubuh sebelum sholat. Saya akan mencobanya. Saya diberitahu urutan yang benar adalah tangan kiri lebih dulu, baru kemudian tangan kanan, lalu mulut dan terakhir tangan kiri lagi.”

Gaya Kuil Izumo Taisha merupakan yang tertua yang pernah ditemukan di seluruh Jepang.
Lantainya menjulang tinggi di atas tanah dan ada tangga kayu menuju pintu masuk.
Kuil bagian dalam tingginya 24 meter, menjadikannya sebagai kuil tertinggi di Jepang. Kuil bagian dalam yang ada saat ini dibangun pada abad ke-18, tapi dalam sejumlah dokumen disebutkan Kuil Izumo Taisha sudah ada sejak 1.300 tahun lalu.

Kuil Izumo Taisha

Di Jepang ada sekitar 80.000 kuil. Konon katanya, dewa-dewa dari semua kuil berkumpul di Izumo Taisha, menurut kalender lama, pada bulan Oktober setiap tahunnya.

Ini adalah Pantai Inasa-no-hama yang berpasir putih, satu kilometer sebelah barat kuil Izumo Taisha. Para dewa dari seluruh Jepang mendarat di tempat ini.

Pantai Inasa-no-hama

Okuninushi diyakini sebagai penguasa dunia gaib dan mitos menyebutkan bagaimana para dewa semuanya datang mengadakan rapat besar untuk membahas berbagai macam ikatan di antara makhluk hidup, termasuk antara pria dan wanita.

Kuil Terpencil Melestarikan Mitos Izumo

Lagu dan tarian kuno yang disebut kagura, yang dipersembahkan bagi para dewa, mulai ditampilkan di Kuil Suga. Kuil ini berada di antara pegunungan, sekitar satu jam perjalanan dengan mobil dari Kuil Izumo Taisha. Pertunjukan kagura ini menggambarkan sebuah cerita terkenal dari mitos Izumo, menaklukkan ular raksasa.

Kagura

Mitos itu mengisahkan seekor ular raksasa dengan delapan kepala dan delapan ekor yang dulu tinggal di Izumo. Ular itu amat menyengsarakan rakyat.

Dewa Susano-o muncul dan mulai bertarung melawan sang ular.
Pertunjukan itu dimainkan oleh pelajar SMP setempat.

Menurut mitos Izumo, di lokasi kuil sekarang, Susano-o membangun sebuah istana untuk dirinya bersama isterinya dan menetap di sana. Dewa Susano-o konon membaca puisi, yang kata-katanya masih dikenang sampai sekarang di Kuil Suga.

Awan laut membumbung ke atas
Lapisan awan membentengi Izumo
Demi menaungi isteriku tercinta,
di sekeliling istana
kubangun benteng mirip seperti awan Izumo

Nama Izumo sendiri, yang berarti "semburan awan", berasal dari puisi ini.

Dalam ritual tahunan khusus, para biksu shinto menyajikan sesajen dan berdoa kepada Dewa Susano-o dan para keturunannya. Para biksu mengenakan jubah seperti kimono dan membacakan doa kepada para dewa, memohon panen yang berlimpah dan kemakmuran negeri. Ritual ini disebut "Norito".

Akses

Bandara Izumo dapat ditempuh dalam waktu satu setengah jam dengan pesawat dari Tokyo, kemudian disambung 35 menit naik bus dari bandara menuju Kuil Agung Izumo Taisha.

Lihat peta lebih rinci

Izumo
Comments


EmoticonEmoticon