Aroma Budaya di Kota Jimbocho, Tokyo

Aroma Budaya di Kota Jimbocho, Tokyo - Distrik Jimbocho, Tokyo, adalah salah satu pusat buku bekas terbesar di dunia. Di sini ada 170 toko buku bekas.

Jimbocho

Reporter Nazafarin Mirzakhalili

Kami memperkenalkan kota ini yang masih mempertahankan suasana zaman dulu dan dipenuhi dengan aroma budaya.

Berjalan-Jalan di Kota Toko Buku Bekas

Nazafarin:
"Toko buku ini mengkhususkan diri pada hal-hal yang berkaitan dengan ksatria samurai dan seni pertunjukan tradisional Jepang. Di etalase jendelanya ada topeng Noh."

Toko Buku Jimbocho

Ini adalah kedai kopi tua.
Fumio Suzuki, 79 tahun, adalah pemilik kedai dan mengelola tempat ini sampai sekarang.
"Pada tahun 1950-an, jumlah kedai kopi di lingkungan ini sekitar lima sampai sepuluh kali lipat dibandingkan sekarang.
Para pelanggan selalu ingin datang menikmati suasana kedai kopi ini daripada makan di tempat lain."

Kedai Kopi Jimbocho

Ini adalah catatan berharga tradisi Persia yang diterbitkan di Inggris pada abad ke-19.
Nazafarin:

Jimbocho

"Ini sepertinya sebuah buku tentang masyarakat Iran di zaman dulu. Ilustrasi gambarnya bagus sekali."

Jimbocho, Kota dengan Banyak Restoran Kari

Di gedung berlantai 9 yang banyak ditempati beragam toko buku bekas ini, kami menemukan satu restoran kari.

Jimbocho

Di Jimbocho, yang juga dikenal sebagai kota kari, ada 30 restoran kari.

Nazafarin memesan kari ayam yang merupakan makanan paling populer di restoran ini.
Di piring terpisah, disajikan juga kentang yang direbus dengan kulitnya.

Nazafarin:
"Mmm, enak sekali. Kari ini pakai ayam goreng."

Akses

Diperlukan waktu satu jam dari Bandara Narita ke Stasiun Tokyo menggunakan kereta ekspres. Jimbocho dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dengan kereta bawah tanah dari stasiun Tokyo. Stasiun Jimbocho hanya dua stasiun dari Stasiun Tokyo dengan sekali berganti kereta.

Lihat peta lebih rinci


Jimbocho

0 komentar

Posting Komentar