Jyoya No Kane

Jyoya No Kane - Istilah Bahasa Jepang "Jyoya No Kane"

Jyoya no Kane

Jyoya artinya pergantian malam, sedangkan Kane artinya lonceng. Jadi, Jyoya No Kane adalah lonceng di kuil yang dibunyikan pada saat malam pergantian tahun baru (dibunyikan jam 00.00) sebagai penanda bahwa hari telah berganti.

Alasan Kenapa Lonceng Dibunyikan 108 Kali

Biasanya, lonceng akan dibunyikan 107 kali saat malam tahun baru, lalu dibunyikan sekali lagi ketika sudah memasuki tahun baru sehingga jumlah seluruhnya ada 108 kali. Angka 108 ini merupakan banyaknya jumlah penderitaan dan rintangan yang akan dialami manusia dalam kehidupan sesuai dengan ajaran Budha.

Jyoya no Kane

Oleh karena itu, agar terbebas dari kesedihan dan penderitaan selama satu tahun ini, lonceng dibunyikan 107 kali sebelum jam 00.00. Setelah itu, dibunyikan 1 kali lagi saat telah memasuki tahun baru dengan harapan semoga dalam tahun baru ini tidak akan ada penderitaan yang datang.

Melewati Malam Pergantian Tahun Sambil Mendengarkan Suara Lonceng

Ketika malam tahun baru di Jepang, kuil di seluruh penjuru Jepang akan mulai membunyikan lonceng (tergantung kuilnya, tetapi biasanya sekitar jam 23.00).  Sudah menjadi tradisi orang Jepang sejak dahulu bahwa mereka akan menyambut tahun baru dengan berdoa dalam hati sambil mendengarkan suara lonceng yang bergema dalam langit musim dingin.

Jyoya no Kane

Di kuil yang bernama  Todai-ji, di Nara, dan Chion-in, di Kyoto, terdapat lonceng yang begitu besar sehingga dibutuhkan 17 orang pendeta Budha untuk membunyikannya secara bersamaan agar bisa berbunyi. Ada juga kuil yang memperbolehkan pengunjungnya untuk membunyikan lonceng satu kali per orang sambil berdoa.

Sebaiknya Anda datang ke kuil lebih cepat jika ingin mencoba membunyikan lonceng. Ini penting karena bila lonceng sudah berdentang 108 kali, tidak ada pengunjung lagi yang boleh menabuh loncengnya.

matcha-jp.com/id

0 komentar

Posting Komentar