Berburu Kunci Rekonstruksi Pasca Bencana di Kobe

Berburu Kunci Rekonstruksi Pasca Bencana di Kobe - Willy Toko mengunjungi Kobe atas permintaan Philip Obre dari Pantai Gading.

Kobe

Reporter Willy Toko

Kobe, salah satu kota pelabuhan terbesar di Jepang

Kota Kobe membentang memanjang dari timur ke barat. Di sebelah utara dibatasi pemandangan alam pegunungan Rokko dan di sebelah selatan oleh perairan Laut Pedalaman Seto.

Kobe

Setiap tahunnya perdagangan asing senilai lebih dari 62 miliar dolar melewati pelabuhan ini. Ini adalah pelabuhan perdagangan asing terbesar kelima di Jepang.

Pada tanggal 17 Januari 1995, gempa berkekuatan 7,3 mengguncang daerah ini. Sebanyak 6.434 orang tewas dan lebih dari 43.000 orang terluka. Kota itu hancur.

Menyampaikan kerusakan akibat gempa kepada generasi mendatang

Lembaga Pengurangan Bencana dan Pembaruan Manusia dibuka sembilan tahun lalu sebagai fasilitas pendidikan dan riset. Lembaga ini ditujukan untuk menyampaikan kepada generasi muda tentang kerusakan akibat Gempa Hanshin-Awaji dan belajar dari pengalaman untuk mengurangi dampak bencana-bencana di masa depan.

Kobe

Sebuah diorama yang menggambarkan pemandangan kota Kobe sesaat setelah gempa.

Toko:
"Teknologi digunakan untuk melestarikan kenangan itu. Saya di sini membayangkan bagaimana berada dalam suatu bencana besar."

Para relawan yang mengalami gempa itu datang ke lembaga ini untuk menceritakan apa yang mereka alami kepada pengunjung.

Kozo Nishimura (76 tahun):
"Sebuah kajian menunjukkan 80 persen orang yang terperangkap di bawah reruntuhan berhasil diselamatkan berkat kerja sama warga. Cara terbesar untuk memperkecil dampak bencana adalah kebersamaan anggota masyarakat dan membangun hubungan saling tolong-menolong."

Tetsujin 28 sebagai simbol pemulihan

Kota Shin-Nagata hancur dalam gempa besar itu. Patung ukuran sebenarnya dari karakter animasi Jepang terkenal, Tetsujin 28, didirikan di sana pada tahun 2009.

Tetsujin

Direktur Proyek Manusia Besi dari organisasi nirlaba Kobe, Seiji Okada:
“Dua belas tahun pasca gempa, kota sudah pulih kembali, namun sepi pengunjung. Karena itu mereka mencoba menghidupkan kembali kota dengan menggunakan kekuatan kartun terkenal sebagai daya tarik.”

Shin-Nagata menjadi terkenal karena Tetsujin 28 dan itu mendorong masuknya bisnis baru. Baru-baru ini, di kota itu juga terdapat Institut Riset Robot dan sebuah studio produksi animasi.

Roti Jerman yang sangat populer di Kobe

Toko melewati sebuah bangunan menarik tidak jauh dari stasiun kereta Shinkansen, Shin-Kobe.

Ini adalah toko roti ala Jerman yang terkenal.

Sejarah toko roti ini berawal dari seorang tahanan asal Jerman dalam Perang Dunia Pertama yang menikahi seorang wanita Jepang dan memulai bisnis roti di Kobe sekitar 90 tahun lalu.

Roti Jerman

Pemilik toko roti Jerman di Kobe, Hella Freundlieb-Uehara:
"Sejak dulu hingga sekarang Kobe merupakan kota yang modern. Kota ini menyerap budaya-budaya asing tanpa perlawanan dan membuat budaya-budaya asing itu menjadi bagian dari budaya Kobe sendiri."

Akses

Kobe berada sekitar 600 kilometer di sebelah barat Tokyo. Anda bisa mencapainya dalam tiga jam dari Tokyo menggunakan kereta kecepatan tinggi Jepang, Shinkansen. Dengan pesawat, waktu tempuhnya sekitar satu jam dari Bandara Haneda Tokyo ke Bandara Kobe.

Lihat peta lebih rinci

Kobe

0 komentar

Posting Komentar