Kebangkitan Silent Majority Dukung Penegak Hukum Lawan Kelompok Radikal

Kebangkitan Silent Majority Dukung Penegak Hukum Lawan Kelompok Radikal - Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Pemuda Relawan NKRI menyoroti betapa kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang dirongrong oleh sebuah kekuatan intoleran. Kelompok intoleran itu jelas-jelas ingin mengganti ideologi Pancasila yang lahir 1 Juni 1945.

HTI

“Kami mendukung Kapolri segera tangkap kelompok yang anti Pancasila,” tegas Aktivis Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Pemuda Relawan NKRI Frans Freddy, Senin (1/5).

Lebih lanjut, Frans mengajak seluruh elemen bangsa yang selalu setia kepada Pancasila untuk bangkit membela Pancasila di tengah maraknya kekuatan politik tertentu yang mencederai pancasila sebagai asas kehidupan berbangsa.

“Kita tidak perlu reaksioner, tetapi sudah saatnya silent majority bersuara dan menggalang kekuatan bersama,” ujar Frans.

Maka sangat diperlukan sekali untuk menyerukan kebangkitan silent majority sebagai keprihatinan akan situasi terkini bangsa ini yang sedang mendekati lampu kuning. Kata dia, sebenarnya kelompok yang intoleran itu secara kuantitas jumlahnya kecil. Tetapi, dengan permainan media sosial yang masif yang dimanfaatkan kelompok intoleran, seolah kelompok itu besar.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk mewaspadai akan bahaya yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucap dia.

Frans mendukung penuh langkah Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk meminta silent Majority untuk tidak diam saja melainkan ikut memberikan dukungan kalian dengan terbuka.

“Ayo silent majority di seluruh Indonesia, mari berikan sambut ajakan pak Tito. Mari kita mulai galakkan di sosmed masing-masing mulai malam ini,” tuturnya.

Dia juga menyerukan kepada silent mojority untuk bersama-sama mengirimkan bunga dukungannya kepada Presiden, Kapolri, Panglima TNI beserta jajarannya pada hari Rabu tanggal 3 Mei 2017.

“Kirim bunga dukungan bagi Presiden, Kapolri, Panglima TNI beserta jajarannya. Seruan ini untuk melawan radikalisme dan semua yang berniat memecah belah bangsa. Pertahankan keutuhan NKRI, Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika. Kita sambangi Mabes Polri dan Polda-polda setempat bagi yang berada diluar DKI,” terang dia.

Frans menambahkan bahwa Presiden Jokowi, Kapolri dan Panglima TNI perlu dukungan.

“Kirim bunga sebanyak-banyaknya agar Pak Jokowi, Tito san Gatot merasakan dukungan dari Silent Majority,” tandasnya.

Untuk diketahui, Silent Majority, istilah lama dalam dunia perpolitikan dunia yang dulu pernah diperkenalkan oleh Presiden Amerika, Ricard Nixon, di dalam pidato kampanyenya pada tahun 1963, “And so tonight—to you, the great silent majority of my fellow Americans—I ask for your support”. Singkatnya istilah tersebut, dapat diartikan bahwa Silent Majority merupakan sekelompak besar masyarakat di dalam suatu daerah/negara yang bertidak pasif untuk tidak terlalu mengungkapkan pendapat politiknya di depan umum, dan akan menunjukkan eksistensinya pada hari tertentu.

0 komentar

Posting Komentar