Menikmati Musim Semi di Kumamoto dengan Kereta Lokomotif Uap - HadaCircle

Jumat, Mei 12, 2017

Menikmati Musim Semi di Kumamoto dengan Kereta Lokomotif Uap

Menikmati Musim Semi di Kumamoto dengan Kereta Lokomotif Uap - Provinsi Kumamoto di Kyushu terkenal akan lokomotif uap tertua yang masih beroperasi di Jepang, SL-Hitoyoshi. Ayo kita berjalan-jalan menaiki kereta SL-Hitoyoshi dan kapal di Sungai Kuma bersama Thu Hang, penyiar siaran bahasa Vietnam Radio Jepang NHK World.

Reporter Thu Hang

SL-Hitoyoshi, Lokomotif Tertua yang Masih Beroperasi di Jepang

SL-Hitoyoshi pertama kali dioperasikan tahun 1922 dan sudah dua kali diperbaiki. Sejak tahun 2009, kereta ini dioperasikan sebagai kereta wisata, memenuhi permintaan para penggemar kereta.

SL-Hitoyoshi

Semua penumpang terlihat senang dan bersemangat, berlalu-lalang di sekitar peron memotret lokomotif antik ini.

Masinisnya juga mengenakan semacam seragam angkatan laut lama, menyesuaikan dengan penampilan kereta yang klasik.

Mari Nikmati Pemandangan Musim Semi dari Kereta SL-Hitoyoshi

Setelah berjalan sekitar 30 menit, kereta uap mulai menyusuri Sungai Kuma. Dari jendela kereta kita bisa memandangi air sungai kehijauan yang mengalir di antara lereng-lereng gunung nan megah.

SL-Hitoyoshi

Di belakang kereta ada tempat di mana penumpang dapat menikmati pemandangan secara lebih leluasa dengan jendela-jendela kaca yang lebih lebar.

Musim Semi di Kumamoto

Musim semi telah tiba di Kumamoto, udaranya hangat dan matahari bersinar cerah. Bunga persik dan sakura bermekaran sangat indah.

Berpetualang di Salah Satu Sungai Jepang yang Berarus Kencang

Sungai Kuma adalah sungai terpanjang di Provinsi Kumamoto dengan panjang secara keseluruhan 115 km.
Air yang melewati daerah aliran sungai Hitoyoshi cukup tenang, tapi kemudian sungainya menyempit dan ngarainya yang dalam terkenal di antara para pengemar arung jeram.

Sungai Kuma

Thu Hang memilih jeram sejauh 10 kilometer dengan perahu kayu.
Ia bergabung dengan 13 orang lainnya yang semuanya berusia 70-an tahun. Orang-orang tua ini adalah teman satu kelas dari sebuah SD di Kumamoto.

Kazunori Tanoda, telah menjadi juru mudi perahu selama 43 tahun.

Tanoda:
"Juru mudi perahu harus berkoordinasi penuh dengan asistennya, kalau tidak, perahunya bisa terjebak di tempat yang dangkal atau perahunya dibanjiri air."

Mencicipi Ikan Ayu dari Sungai Kuma

Thu Hang:
"Saya turun di Stasiun Hitoyoshi. Saya diberitahu di sini dijual ekiben yang khas. Ekiben adalah kemasan makanan yang dijual di stasiun kereta. Saya membeli ayu-zushi. Toyomi Shobu sudah lebih dari 40 tahun menjual ekiben di Stasiun Hitoyoshi."

Stasiun Hitoyoshi

Ikan ayu, yang dapat hidup di laut dan di sungai, banyak ditangkap di Sungai Kuma.
Daging ikannya putih, ikannya direndam dalam cuka, gula dan garam.
Ikan ayunya diletakkan di atas nasi sushi.

Thu Hang:
"Ayu-zushi rasanya khas. Dagingnya keras dan sepertinya tidak mentah. Apalagi di dalamnya diberi banyak wasabi, memang agak pedas, tapi saya kira cocok dengan ikannya."

Ikan Ayu Kumamoto

Akses

Dari Bandara Haneda Tokyo, kita bisa mencapai Bandara Kumamoto dalam satu jam 40 menit. Ada bus bandara menuju ke Stasiun Kumamoto yang bisa ditempuh dalam sekitar 50 menit.

Lihat peta lebih rinci

Kumamoto
Comments


EmoticonEmoticon