Info Wisata Kyoto - HadaCircle

Rabu, Mei 10, 2017

Info Wisata Kyoto

Info Wisata Kyoto - Menikmati Kyoto dengan Panca Indera

Saya ingin memperkenalkan ibu kota kuno Jepang melalui panca indera. Saya harap Anda dapat merasakan pemandangan, rasa dan aroma yang bisa menyentuh kita meski lewat radio.

Kyoto

Reporter Randy Channell Soei

Kyoto, Suasana Ibu Kota Kuno Jepang

Kyoto adalah ibu kota Jepang selama lebih dari seribu tahun sampai pusat pemerintahan dipindahkan ke Tokyo pada paruh kedua abad ke-19.

Kyoto

Suasana ibu kota kuno masih terasa dengan pola jalanan yang teratur berkotak-kotak dan banyaknya kuil kuno.
Rasanya seperti memasuki zaman dulu ketika berkeliling di jalanan dengan banyak gang ini.

Kyoto

Randy datang ke Kyoto karena ia menyukai suasana kotanya.

Seni Chado, Cara Penyajian Teh

Randy mendatangi sebuah toko tembikar yang disebut Waraku, yang membuat sekaligus menjual mangkuk-mangkuk untuk jamuan teh.
Ini adalah salah satu tempat yang memproduksi sejenis tembikar yang dikenal dengan sebutan rakuyaki.

Konon, mangkuk teh raku dibuat berdasarkan cita rasa ahli teh ternama Sen no Rikyu.
Bibir mangkuknya melekuk ke dalam menjadikannya baik untuk menahan panas. Dengan cara ini, tehnya akan selalu tersaji panas.

Kyoto

Randy:
"Orang-orang akan senang sekali membayangkan mangkuk jenis apa yang digunakan dalam sebuah jamuan teh. Itulah sebabnya saya selalu mencari sebuah mangkuk yang akan mengesankan dan membuat mereka senang."

Nuansa Musim Sangat Dihargai dalam Gula-gula Tradisional Jepang

Tujuan kita berikutnya adalah sebuah toko tua yang menjual gula-gula.
Seorang pembuat gula-gula berdiri di balik meja kayu. Di sini mereka membuat gula-gula dan kue di hadapan pembeli.

Gula-gula Kyoto ini dibuat mengikuti bentuk bunga atau tanaman lain yang sedang musim.

Kyoto

Ini adalah Kamelia Musim Dingin.

Cara Pembakaran Dupa, Seni Menghargai Aroma

Kodo, cara penyajian atau pembakaran dupa, adalah seni menghargai aroma yang sudah berlangsung selama lima ratus tahun.

Pembakaran dupa ini dimulai dengan menyiapkan alat pembakarnya.
Kayu yang harum lalu ditempatkan di atas mika dan dipanaskan sedikit demi sedikit. Aromanya akan mulai berhembus dari kayu itu.

Kyoto

Randy perlahan mendekatkan hidungnya ke alat pembakar itu untuk mencium aromanya.
"Baunya sangat harum. Benar-benar sulit diungkapkan dengan kata-kata. Enak sekali."

Keramahan Hati Datang dari Cara Penyajian Teh

Randy mengajak kita ke Myoshinji Taizoin, sebuah kuil Zen yang sudah berdiri lebih dari 600 tahun.

Kuil-kuil Zen sampai sekarang masih menyediakan teh kepada pengunjung. Menyajikan minuman dengan bubuk teh hijau, matcha, melambangkan sambutan dan dianggap sangat penting di kuil-kuil.

Randy:
"Awal keramahan hati datang dari cara penyajian teh, ini adalah bagian yang sangat penting."

Akses

Kyoto dapat ditempuh selama satu jam dengan kereta dari Bandara Internasional Kansai.

Lihat peta lebih rinci

Kyoto
Comments


EmoticonEmoticon