5 Kiat Cepat Mengajarkan Anak Membaca - HadaCircle

Jumat, Mei 05, 2017

5 Kiat Cepat Mengajarkan Anak Membaca

5 Kiat Cepat Mengajarkan Anak Membaca - Momok akan kemampuan anak membaca biasanya dialami oleh para orang tua. Dengan segala cara dan kiatpun selalu diusahakan. Jika hal ini terus berlangsung dikhawatirkan dapat menularkan momok itu pada anak sehingga akan memunculkan mentalblock pada dirinya. Hal ini lah yang akan menjadikan anak sangat lambat membaca. Bahkan susah atau tidak dapat membaca sama sekali.

Belajar

Untuk mengatasi hal ini, berdasarkan pengalaman 20 tahun mengajar, penulis coba membagi kiat cepat untuk membelajarkan membaca pada anak sebagai hadiah Hari Pendidikan Nasional tahun 2017 ini pada pembaca.

Berikut adalah kiat cepat membelajarkan membaca pada anak :

1. Pengenalan huruf kecil

Diawal pengenalan huruf, anak cukup dikenalkan dengan huruf kecil saja. Huruf kecil merupakan huruf yang sangat banyak digunakan dalam tulisan. Dengan terbiasanya anak melihat dan mempelajari huruf kecil akan memudahkannya membaca.

2. Pengenalan huruf Vokal

Setelah mengenalkan abjad huruf secara keseluruhan dengan sekilas, maka hal yang pertama dilakukan adalah memperlancar pengenalan huruf vokal. Pengenalan huruf vokal ini akan memacu sangat anak untuk belajar membaca. Ini merupakan belajar yang memotivasi.

3. Pengenalan huruf dengan konsep bilabial

Pengenalan huruf ini dimaksudkan dengan memperkenalkan atas dasar letak huruf pada indera bicara. Kenalkan huruf mulai dari letak huruf di bibir luar hingga letak huruf pada tenggorokan.  Hal ini akan lebih cepat merangsang indera bicaranya. Dan secara lugas anak dengan mudah melafalkannya.

4. Mengenalkan bunyi huruf konsonan dengan bunyiyang tidak terang

Ketika kita memperkenalkan huruf konsonan, hendaknya dengan bunyi yang tidak terang. Istilah ini dinamakan bunyi konsonan tertutup. Misalkan untuk mengenalkan huruf “b”, kita melafalkannya dengan beh\ , bukan be/, demikian juga dengan huruf yang lainnya.

5.  Membaca suku kata

Ketika kita mengajarkan anak untuk membaca suku kata yang kita ajarkan penyatuan huruf tidak dengan mengeja. Mengeja akan memforsir otak anak untuk menghafal. Hal ini mengakibatkan otak anak dua kali bekerja, disamping dia menyatukan dia juga harus menghafal. Untuk itu lakukan penyatuan huruf untuk suku kata tanpa mengeja.

Setelah lima tahapan itu dilakukan maka anak masuk pada fase membaca lanjutan awal. Pada fase ini anak diharapkan telah lancar membaca. Jika demikian halnya barulah anak diajarkan pada huruf kapital. Huruf kapital diajarkan berikutnya agar tidak menggangu tahapan membaca awal. Dengan ini pemikiran anak tidak bercabang.

Selanjutnya pada tahapan ini anak diajarkan untuk mendikte.  Dikte merupakan evaluasi pengenalan dan kelancaran membaca, serta latihan  menulis.

Biasanya setelah melewati fase ini anak akan lebih gemar membaca. Setiap bacaan atau kalimat yang ditemuinya dimanapun akan selalu dibacanya. Disinilah peran kita sebagai orang tua untuk menumbuhkan minat membaca. Para orang tua harus dapat memilih bacaan yang ringan buat anak. Bacaan yang mengandung gambar dan warna menarik. Bacaan yang memang bacaan anak, dari segi materi. Bacaan dengan ukuran huruf yang lebih besar. Ketertarikan membaca inilah yang jika dipupuk akan meningkatkan minat baca.

Demikian kiat nya kiranya dapat berguna bagi para pembaca. Salam
Comments


EmoticonEmoticon