Menyoal Silent Majority

Menyoal Silent Majority - “Silent Majority”, itulah istilah yang akhir-akhir ini sering kita dengar sejak adanya fenomena kiriman karangan bunga yang ditujukan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Syaiful Hidayat di Balai Kota. Sebab fenomena tersebut, sebagian orang mengira bahwa istilah Silent Majority adalah sebutan untuk mereka para pendukung Ahok.

Silent Majority

Istilah Silent Majority merupakan istilah lama yang digunakan dalam dunia perpolitikan dunia yang dulu pernah diperkenalkan oleh Presiden Amerika, Ricard Nixon, di dalam pidato kampanyenya pada tahun 1963, “And so tonight—to you, the great silent majority of my fellow Americans—I ask for your support”.

Secara umum, istilah Silent Majority dapat diartikan bahwa sekolompok besar masyarakat di dalam suatu daerah/negara yang bertindak pasif untuk tidak terlalu mengungkapkan pendapat politiknya di depan umum, namun akan menunjukkan kekuatannya pada saat tertentu.

Misalnya seperti berita yang ramai dalam dua hari ini, ternyata setelah fenomena pemberian karangan bunga untuk Ahok-Djarot, dua hari media juga dihebohkan dengan banyaknya kiriman karangan bunga yang ditujukan untuk Kapolri Tito Karnavian sebagai dukungan masyarakat terhadap sikap Tito yang berusaha memberantas Radikalisme.

Tito, dalam acara diskusi bertema  “Membedah Gerakan Radikalisme-Terorisme dan Solusinya”, meminta agar Silent Majority tidak hanya silent atau diam di tempat. Tito berharap, mereka yang memiliki kekuatan mayoritas setidaknya mau bersuara untuk memberikan dukungan kepada pemerintah, kepada aparat penegak hukum, dan kepada seluruh instansi yang memang bekerja untuk kepentingan rakyatnya.

Hasilnya, untuk menuruti “kemauan” Jenderal tersebut, masyarakat juga dengan senang hati melakukan aksi Silent Majority dengan mengirimkan karangan bunga yang sebanyak-banyak untuk Tito. Kelompok moderat yang jumlahnya banyak, terlihat tidak mau lagi bersikap diam ketika menemukan paham radikalisme yang menyebar di masyarakat.

Sejatinya, Silent Majority sudah menjadi perhatian sekaligus sasaran kritik bagi masyarakat Indonesia. Sebagaimana yang disampaikan oleh Megawati Soekarno Putri, bahwa diamnya warga mayoritas akan menimbulka banyak dampak negative bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,
Bagi rakyat mayoritas, mencintai saja tak cukup. Cinta rakyat mayoritas kepada NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika mesti diekspresikan secara terbuka, khususnya ketika empat prinsip dasar negara-bangsa Indonesia ini mendapat tantangan serius yang bisa mengancam persatuan, kesatuan, dan keutuhan Indonesia.

Memang ada benarnya apa yang disampaikan Megawati, semestinya masyarakat mayoritas tidak cukup mencintai Indonesia hanya dengan diam. Lebih dari itu, ungkapan yang nyata juga perlu disuarakan agar kedepan tidak ada lagi kekacauan yang bermula hanya karena sikap diam. Namun, tidak berarti juga Silent Majority ini harus diungkapkan dengan karangan bunga yang dikirimkan kepada pihak-pihak tertentu untuk menunjukkan keseriusan dukungannya.

0 komentar

Posting Komentar