Menteri Susi Naksir dengan Penyimpanan Ikan Canggih di Jepang - HadaCircle

1 Mei 2017

Menteri Susi Naksir dengan Penyimpanan Ikan Canggih di Jepang

Menteri Susi Naksir dengan Penyimpanan Ikan Canggih di Jepang - Ikan menjadi penggerak kehidupan masyarakat Misaki di Kota Miura yang terletak sekitar satu setengah jam perjalanan dari Tokyo. Pelabuhan Misaki terkenal dengan kegiatan jual beli ikan tuna yang merupakan bahan makanan penting bagi orang Jepang. Setiap hari ada 400 hingga seribu tuna berukuran besar dilelang di Misaki Fish Market.

Misaki

Di pasar pelabuhan Misaki, tersedia ruang penyimpanan ikan yang suhunya bisa mencapai minus 60°C atau sama dengan suhu di kawasan Kutub Utara pada pertengahan musim dingin. Suhu yang sangat dingin ini membuat ikan tuna tetap segar seperti saat pertama kali ditangkap.

Selasa (11/4/2017), Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti didampingi oleh Dirjen Penguatan Daya Saing Produk KKP Nilanto Perbowo mengunjungi kantor Japan Super Freeze Co.Ltd (JSF) di Miura.

JSF memiliki tempat penyimpanan ikan canggih dan besar yang pengunaaannya menggunakan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) sehingga ramah lingkungan.

Susi mengunjungi Japan Super Freeze untuk studi banding tentang teknologi terkini yang dimiliki Jepang terkait pengawetan ikan tuna setelah ditangkap.

Menteri Susi naksir dengan penyimpanan ikan canggih di Jepang, ingin Indonesia kelak punya tempat penyimpanan ikan canggih seperti yang dimiliki JSF. Saat ini cold storage yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan di Indonesia suhu terdinginnya hanya minus 20° Celcius.

Presiden JSF, Shigeru Hamada menyampaikan kepada Susi bahwa seluruh ikan tuna yang disimpan di tempat itu berasal dari berbagai negara, termasuk dari Taiwan sebagai pemasok terbesar.

Misaki

penyimpanan ikan bersuhu sangat dingin di Misaki/ dokumentasi hadacircle.com-Mamoona Shamil

JSF menggunakan LNG karena biaya listrik sangat mahal. Minus 60 derajat celsius merupakan suhu terbaik untuk mempertahankan mutu daging tuna. JSF mampu menyimpan berbagai jenis ikan tuna hingga 11 ribu ton.

Menteri Susi Pudjiastuti dalam keterangannya mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan tempat penyimpanan ikan menggunakan LNG, karena sumber gas alam cair tersedia banyak di Indonesia.

Tetapi, investasi pembangunan penyimpanan ikan seperti milik JSF sangat mahal, mencapai 3 miliar yen atau 300 juta US dolar. Karena itu Menteri Susi mengundang investor dalam negeri maupun asing untuk berinvestasi di Indonesia dalam pembangunan tempat penyimpanan ikan modern berskala besar.
Comments


EmoticonEmoticon