Negara Islam Gagal Satukan Bangsa

Negara Islam Gagal Satukan Bangsa - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengingatkan persaudaraan seagama tidak cukup untuk menyatukan bangsa. Penggalangan persatuan sebuah bangsa harus juga dilengkapi dengan membangun ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah.

Said Aqil Siroj

Demikian pernyataan KH Said pada Harlah ke-71 Yayasan Mathaliul Huda desa Bugel kecamatan Kedung kabupaten Jepara, Rabu (17/9) malam.

“Negara Islam terbukti tidak mampu menyatukan umat. Sebut saja Afganistan yang penduduknya 100 % muslim. Negara ini tidak jauh dari konflik dan peperangan. Begitu pula Somalia yang penduduknya beraliran Suni mengalami hal serupa,” tegas Kang Said.

Sementara konsep Indonesia sebagaimana dicita-citakan KH Hasyim Asyari, bukanlah negara Islam. Indonesia negara yang diisi dengan nuansa Islam. Artinya, Kang Said menambahkan, sejalan dengan ukhuwah Islamiyah, persaudaraan sesama muslim diimbangi dengan ukhuwah wathaniyah, bersaudara dalam berbangsa dan bernegara.

“Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” kata Kang Said.

Di samping itu, persaudaraan juga penting ditopang dengan ukhuwah insaniyah, persaudaraan kemanusiaan. “Harapannya dengan ukhuwah ini bangsa Indonesia bebas dari perang atau konflik,” ungkapnya.

Kehadiran Kang Said di madrasah Mathali’ merupakan putaran kedua. Sorenya, ia juga menyapa ribuan santri dan jamaah rebonan di pesantren “Roudlotul Mubtadiin” Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Jepara.

0 komentar

Posting Komentar