Melestarikan Alam dan Tradisi Nikko

Melestarikan dan Mewariskan Alam serta Tradisi Nikko - Kita akan mengunjungi situs Warisan Dunia, Nikko, atas permintaan Abu Bakr dari Mesir.

Nikko

Reporter Lee Jae Ouk

Masyarakat Lokal Memelihara Jalan Menuju Kuil Toshogu yang Dinaungi Jajaran Pohon-pohon Cedar

Bila berkunjung ke Nikko, jangan lewatkan Kuil Toshogu.
Kuil Toshogu dibangun untuk mengenang Tokugawa Ieyasu, penguasa yang mendirikan Keshogunan Edo di awal abad ke-17.

Jalanan panjang yang dinaungi jajaran pohon-pohon cedar ini dibuat sekitar 400 tahun lalu sebagai jalan menuju Kuil Toshogu.
Panjang jalan ini 37 kilometer. Merupakan jalan terpanjang di dunia yang dinaungi pepohonan, tercatat dalam buku Rekor Dunia Guinnes.

Nikko

Pohon-pohon cedar ini dirawat dengan sangat baik oleh para relawan.

Shigeaki Konno:
"Senang sekali bisa melestarikan pohon-pohon ini. Saya ingin pohon-pohon ini hidup hingga dua atau bahkan tiga ribu tahun."

Sentuhan Para Pengukir Zaman Edo

Gerbang Yomeimon adalah simbol Kuil Toshogu.

Nikko

Gerbang Yomeimon secara keseluruhan padat dengan 508 ukiran binatang, manusia dan lain sebagainya. Gerbang ini juga disebut Gerbang Memandang Seharian karena kita bisa memandangi semua hiasan di sini tanpa sadar telah menghabiskan waktu sehari penuh hingga matahari terbenam.

Di Nikko, kita bisa menemukan salju yang tebal di musim dingin sementara di musim panas sering turun hujan. Ukiran-ukiran itu sudah banyak yang rusak dan upaya pemugaran dilakukan terus-menerus.
Terdapat para pengukir khusus yang melakukan pemeliharaan dan tekniknya diwariskan secara turun-temurun sejak kuil ini pertama dibangun.

Pesan yang Dipahat pada Ukiran

Ini adalah ukiran Tiga Kera yang terkenal. Ukiran kera ini melambangkan ajaran masyarakat agar orang tua tidak membiarkan anak-anak kecil melihat, mendengar atau membicarakan hal-hal yang buruk. Dan hanya hal-hal yang baik saja yang diajarkan kepada anak. Masing-masing ukiran di Kuil Toshogu memiliki arti tersendiri.

Seluruhnya ada 20 ukiran yang menggambarkan anak-anak yang sedang membuat manusia salju, menari dan lain sebagainya.
Ukiran-ukiran ini melambangkan bahwa anak-anak bisa belajar mengenai hubungan manusia dan keindahan alam melalui permainan.

Lee Jae Ouk:
"Ada kecenderungan di Korea Selatan untuk memusatkan perhatian hanya pada pelajaran sekolah dan sejumlah anak bahkan bunuh diri akibat merasa tertekan karena nilai yang buruk. Saya ingin menyampaikan cara pandang masyarakat Jepang ini kepada warga Korea Selatan."

Air Terjun yang Indah di Nikko

Nikko dikelilingi pegunungan yang tingginya mencapai lebih dari 2.000 meter. Daerah ini juga merupakan taman nasional. Yang terkenal terutama adalah air terjunnya, yang katanya seluruhnya ada sekitar 100 air terjun.

Nikko

Air terjun ini adalah favorit Lee.
Airnya memercik ke udara dan membentuk pelangi.
Batunya menyerupai kepala naga dan airnya terlihat seperti janggut, sehingga air terjun ini disebut Ryuzu no taki atau Air Terjun Kepala Naga.

Di dekat air terjun Ryuzu no taki, kita bisa menikmati kopi yang lezat yang diseduh dengan air dari sumber air yang mengalir. Secangkir kopi akan membantu menghilangkan rasa lelah.

Air Terjun Nikko

Akses

Nikko dapat ditempuh dalam dua jam dengan menggunakan kereta cepat dari Tokyo. Anda juga bisa melihat jalan yang dinaungi jajaran pohon-pohon cedar dari jendela kereta.

Lihat peta lebih rinci

Nikko

0 komentar

Posting Komentar