Parlemen Belanda Protes Penahanan Ahok

Parlemen Belanda Protes Penahanan Ahok - Seruan pembebasan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disampaikan juga oleh parlemen Belanda. Ahok divonis dua tahun penjara atas kasus penodaan agama pada Selasa (9/5).

Ahok

Berita vonis Ahok ini juga ramai diberitakan media internasional, salah satunya Belanda. Politisi Belanda bereaksi atas vonis yang menurut mereka tidak adil itu.

Majelis rendah parlemen Belanda mendesak Menteri Luar Negeri Bert Koenders menyampaikan protes kepada Indonesia. Desakan ini digawangi oleh politisi partai Serikat Kristen Belanda, Joël Voordewind.

Menurut media Belanda Binnenland, mayoritas partai di majelis rendah Belanda mendukung desakan tersebut. Selain itu, Voordewind juga meminta Koenders agar mendesak Uni Eropa melancarkan protes yang sama kepada Indonesia.

Voordewind menyampaikan desakannya ini melalui akun Twitternya sesaat setelah vonis dibacakan hakim.

"Gubernur Jakarta, mengatakan tahun lalu, bahwa Quran Muslim tidak melarang memilih non-Muslim. 2 tahun!. Perlu tindakan!!" tulis Voordewind dalam akun Twitternya.


Politisi Belanda lainnya, Kees van der Staaij dari Partai Reformasi Politik juga menyatakan hal yang sama. Dalam akun Twitternya, Staiij mengatakan penahanan Ahok adalah serangan terhadap kebebasan umat Kristen Indonesia.
"Serangan yang mengejutkan terhadap kebebasan umat Kristen Indonesia! Tekanan politik terhadap Indonesia diperlukan," ujar Staiij.


Belum ada pernyataan dari pemerintah Belanda terkait desakan parlemen tersebut.
Ahok dinyatakan bersalah atas kasus penodaan agama terkait ucapannya soal surat Al Maidah 51. Vonis dua tahun dijatuhkan hakim atas Ahok pada pengadilan kemarin. Vonis hakim ini berbeda dengan tuntutan jaksa yaitu hukuman percobaan dua tahun.

0 komentar

Posting Komentar